ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 17 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Presiden Pimpin Upacara Pengukuhan Paskibraka
Senin, 15 Agustus 2011 | 17:53

JAKARTA-Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memimpin upacara pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2011 yang akan bertugas pada peringatan ke-66 kemerdekaan RI.

Upacara pengukuhan dilakukan di ruang utama Istana Negara, Jakarta, Senin (15/8), pada pukul 15.00 WIB dengan Presiden Yudhoyono bertindak sebagai pembina upacara.

Turut hadir dalam upacara tersebut Ani Yudhoyono, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menko Perekonomian Hatta Radjasa, Mensesneg Sudi Silalahi, Mendagri Gamawan Fauzi, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi EE Mangindaan, Mendiknas M Nuh, Menkominfo Tifatul Sembiring, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Gumelar.

Selain itu juga hadir Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono serta tiga kepala staf angkatan TNI.

Pada upacara pengukuhan tersebut, 66 anggota Paskibraka yang berasal dari 33 provinsi di seluruh Indonesia mengucapkan ikrar Putra Indonesia di hadapan bendera merah putih.

Presiden Yudhoyono selaku pembina upacara kemudian menyematkan pin dan ikat pingang secara simbolis kepada perwakilan paskibraka, yaitu Dea Ayu Tiara Hastika dari Kalimantan Tengah.

Dalam pembekalannya kepada para anggota paskibraka, Presiden Yudhoyono meminta mereka untuk berbangga hati karena merupakan putra-putri bangsa yang terpilih untuk mengemban tugas penting dalam upacara pengibaran dan penurunan bendera pada 17 Agustus 2011.

"Kalian telah mengikuti seleksi yang ketat dan kemudian telah mengikuti serangkaian latihan yang keras," ujarnya.

Presiden meminta para anggota Paskibraka untuk menjalankan tugas mereka secara penuh tanggung jawab dan menjadikan peristiwa bersejarah tersebut sebagai babak baru dalam kehidupan mereka.

"Saya berharap kalian bisa menjadikan peristiwa sangat penting ini sebagai babak baru dalam perjalanan kehidupan kalian. Ke depan, kalian harus mengabdi kepada bangsa menjadi putra-putri terbaik bangsa yang menjadi kebanggan kita semua," tutur Presiden.

Kepala Negara pun mendoakan mereka agar kelak bisa menjadi pemimpin bangsa dan negara untuk meneruskan perjuangan para pendahulu.(ant/hrb)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close