ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 20 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Presiden Imbau Menteri Dahulukan Tugas Negara
Jumat, 20 Juli 2012 | 8:37

JAKARTA-Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengimbau seluruh anggota Kabinet Indonesia Bersatu II untuk memprioritaskan tugas negara daripada tugas-tugas politik dari masing-masing partai politik.

Imbauan itu disampaikan oleh Presiden Yudhoyono di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis  (19/7), saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna mengenai Persiapan Ramadhan dan Idul Fitri, mengingat setelah Agustus, Indonesia akan mulai masuk ke tahun-tahun politik.

"Saudara yang juga tentu berasal dari partai politik akan menjalankan tugas politik, tetapi sekali lagi saya ingatkan jangan tinggalkan tugas utama kita. Sumpah kita untuk memprioritaskan tugas pemerintahan, memprioritaskan tugas melayani rakyat," katanya.

Presiden menilai situasi politik yang memanas di tahun politik --yang disebutnya akan dimulai pasca-Agustus tahun ini--adalah hal yang wajar sebagai bagian dari demokrasi, terutama menjelang pemilihan umum 2014.

Namun, ia menggarisbawahi keperluan para pejabat negara yang memegang amanah rakyat dan bangsa untuk tetap kompak dalam menjalankan tugasnya.

"Mari bersama-sama dan seperti dulu tahun 2008 bagi saudara yang memang tidak bisa membagi waktu dan harus menyukseskan tugas politik, parpol manapun, saya persilakan baik-baik untuk mengundurkan diri," katanya.

Presiden berjanji tidak akan menghalang-halangi menteri atau pejabat negara yang terus terang mengaku tidak dapat membagi perhatiannya antara tugas di pemerintahan dan partai politik.

"Kalau itu memang pilihan dan tujuannya jelas, saya tidak bisa menghalang-halangi, tidak bisa. Tetapi kalau Pak SBY saya ada tugas politik tetapi tidak ada satupun pekerjaan pemerintahan yang saya tinggalkan, terimakasih, saya akan bilang begitu," katanya.

Kepala Negara mengaku akan lebih puas jika seluruh jajaran pemerintahan dapat bersama-sama dengan kompak menyelesaikan tugas pemerintahan namun tentu saja dengan catatan seluruh pihak dapat betul-betul mengatur dan membagi tugas dengan baik.

Dalam sidang kabinet yang dihadiri oleh para menteri kabinet Indonesia Bersatu II, Kepala Negara juga menyampaikan perlunya untuk secara cermat dan tertib mengatur seluruh kegiatan mengingat Ramadhan kali ini sebagaimana dua tahun terakhir bertepatan dengan perayaan kemerdekaan pada 17 Agustus sehingga terdapat sejumlah agenda resmi yang harus tetap dilaksanakan, misal pidato kenegaraan dan upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan.(ant/hrb)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close