Prajurit TNI Diingatkan Taati Hukum Internasional, Hormati HAM
Selasa, 6 September 2011 | 16:41
Sebuah kapal perang di laut. Ilustrasi. Foto (ist) JAKARTA - Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono mengingatkan prajurit yang bergabung dalam Satgas Maritim Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon Selatan, untuk menaati hukum internasional dan menghormati HAM selama bertugas.
"Agar prajurit TNI menaati hukum internasional dan menghormati hak asasi manusia serta bertindak sesuai standard operating procedure (SOP) dan rules of engangement (ROE) yang sudah ditetapkan UNIFIL," katanya, saat melepas keberangkatan KRI Sultan Iskandar Muda ke Lebanon di Jakarta, Selasa.
KRI Sultan Iskandar Muda-367 merupakan kapal perang Indonesia ketiga yang diikutsertakan dalam Satgas Maritim Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon Selatan (Maritime Task Force/MTF-UNIFIL). Sebelumnya Indonesia telah mengirimkan KRI Diponegoro-365 dan KRI Frans Kasiepo-368.
Panglima TNI menegaskan, penugasan yang akan dilakukan dalam misi perdamaian PBB, bukanlah tugas ringan, mengingat penugasan itu memiliki nilai serta dimensi politis dan strategis bagi kredibilitas Indonesia di regional maupun internasional.
Terkait itu Agus menambahkan agar diperhatikan tenggang waktu layar yang harus dipenuhi serta koordinasi serta kerja sama dengan pasukan PBB negara lain.
"Ini sangat penting bagi kalian, jaga soliditas TNI dan nama baik bangsa dan negara Indonesia. Keberhasilan tugas yang kalian lakukan akan mengharumkan nama Indonesia. Tapi sebaliknya, kegagalan kalian dalam tugas, akan mencoreng nama baik bangsa dan negara Indonesia," kata Panglima TNI.
KRI Sultan Iskandar Muda-367 dikomandani Letkol Laut (P) Agus Hariadi yang merupakan lulusan AAL 1992. Kapal perang itu membawa satu unit Heli BO-105 NV-414.
Juru bicara TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul menambahkan, menurut rencana KRI SIM-367 beserta personelnya bertugas selama enam bulan di perairan Lebanon, dimulai sekitar November 2011 sampai Mei 2012.
"Setelah tugas selesai akan digantikan dengan KRI lain bila diperlukan atau diminta PBB," katanya.
Rute yang akan dilewati selama pelayaran menuju Lebanon antara lain akan menyinggahi beberapa pelabuhan di beberapa negara seperti Cochin (India), Salalah (Oman), Port Said (Mesir), Beirut (Lebanon), dengan keseluruhan jarak tempuh mencapai 6.555 mil.
Dalam misi itu KRI Sultan Iskandar Muda dengan 100 prajurit yang mengawakinya tergabung dalam Satgas Maritim TNI Kontingen Garuda XXVIII-C / United Nation Interim Force in Lebanon (UNIFIL) yang terdiri dari 33 perwira, 48 bintara, dan 19 tamtama.
Setibanya di Lebanon Satgas Maritim TNI itu akan bergabung dengan satgas maritim negara lain seperti Banglades, Belgia, Brazil, Bulgaria, Denmark, Perancis, Jerman, Yunani, Indonesia, Itali, Belanda, Norwegia, Spanyol, Swedia and Turki, dibawah Komando Komandan MTF-UNIFIL Laksamana Muda Luiz Henrique Caroli dari Brazil. (gor/ant)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Maharani Diajak Berhubungan Intim dengan Fathanah di Hotel
Enam Terpidana Mati akan Dieksekusi
Ahmad Fathanah Mengaku Memberikan Sumbangan pada PKS
76,67 Persen Pemilih Partai Demokrat akan Bermigrasi
Penangkapan Aiptu LS Merupakan Upaya Paksa
Wapres: Hubungan Indonesia-Korsel akan Semakin Kuat
Mantan Napi Politik Boleh Mencalonkan Diri Jadi Bacaleg
Mentan Suswono Bantah Bahas Kuota Impor dengan Hilmi