PPP Sebaiknya Targetkan Pemilih Pemula
Kamis, 23 Februari 2012 | 7:22
PPP. Ilustrasi (ppp-jakarta.org)
JAKARTA- Pengamat Politik The Habibie Center Indria Samego mengatakan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada musyawarah kerja nasional kali ini, sebaiknya mulai merumuskan target menjaring pemilih pemula dalam pemilu 2014.
"Pemilih pemula saya rasa target yang tepat, sebab sulit kalau hanya bersandar pada pesantren dan ulama, karena saat ini banyak ulama dan pesantren tidak lagi di dominasi oleh PPP sendiri," katanya di Jakarta, Rabu (22/2).
Ia mengemukakan, pemilih pemula diperkirakan akan mencapai 40% lebih dari total pemilih pada pemilu 2014 nanti. Jumlah ini cukup besar untuk diperebutkan banyak partai politik.
Untuk menjaring pemilih pemula, menurut dia, PPP harus berani lebih membuka diri.
Ia menambahkan, PPP harus mulai melepaskan diri dari bayang-bayang masa Orde Baru. Di masa Orde Baru, PPP bisa saja mendominasi pesantren dan ulama karena satu-satunya partai yang berbasis Islam.
Namun kini, hal itu sulit dilakukan karena ada banyak partai Islam yang berdiri. "Dan mereka juga menjadikan pesantren dan ulama sebagai kantong suara," katanya.
Akibatnya, kantong suara PPP dari ulama dan pesantren tergerus. Untuk pesantren dengan ulama-ulama yang moderat misalnya harus berebut dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sementara untuk ulama dan pesantren konservatif seperti NU berebut dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Ia juga menilai, saat ini pondok pesantren maupun ulama telah memiliki aliansi terhadap partai politik tertentu, namun tetap cair.
Sementara itu, PPP saat ini tengah melangsungkan musyawarah kerja nasional 2012 di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. Mukernas PPP tersebut berlangsung mulai 21 hingga 23 Februari.
Dalam mukernas tersebut, salah satu agendanya adalah konsolidasi partai untuk menghadapi pemilu 2014 nanti.(ant/hrb)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Rasa Aman Terkesan Makin ‘Mahal’
Akhirnya, 45 Korban Sukhoi Teridentifikasi
DVI Izinkan Keluarga Lihat Jenazah pada Selasa
Dialog Otentik Butuh Keheningan dan Kata
Selasa, Keluarga Boleh Lihat Korban Sukhoi
Pelajar Harus Cintai Iptek Agar Indonesia Maju
Perguruan Tinggi Harus Berikan Pendidikan Karakter
Reformasi Birokrasi Terhambat Pola Pikir Birokrat