Pengacara Nazaruddin Laporkan Kesaksian Palsu Angie
Selasa, 21 Februari 2012 | 16:33
Aktivis yang menamakan diri Mawar Pro Pemberantasan Korupsi melakukan aksi damai, mendesak agar Angelina Sondakh (Angie) untuk bersikap jujur dalam kasus suap Wisma Atlet, di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (20/2). Foto: Investor Daily/TINO OKTAVIANO JAKARTA - Tim pengacara terdakwa kasus korupsi Wisma Atlet SEA-Games, Muhammad Nazaruddin melaporkan Angelina Sondakh (Angie) kepada Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polda Metro Jaya, terkait dugaan memberikan kesaksian palsu di bawah sumpah saat sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).
"Laporannya dugaan keterangan palsu di bawah sumpah saat sidang Nazaruddin. Pertama dia mengaku tidak memiliki Blackberry pada 2009. Tapi kami memiliki bukti foto juga banyak saksi," kata salah satu tim pengacara Nazaruddin, Abdul Fakhridz di Markas Polda Metro Jaya, Selasa.
Berdasarkan laporan bernomor : LP/603/II/2012/PMJ/Ditreskrimum tertanggal 21 Februari 2012, tim pengacara Nazaruddin atasnama Fakhridz Donggo melaporkan Angie dengan Pasal 242 KUHP tentang keterangan palsu di bawah sumpah majelis hakim dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.
Selain itu, Fakhridz juga menduga Angie berbohong dan tidak mengakui adanya percakapan antara mantan Putri Indonesia tersebut dengan terpidana Rosalina Manulang melalui pesan singkat "Blackberry Massenger" (BBM).
Angelina Sondakh saat menjadi saksi pada persidangan terdakwa kasus korupsi Wisma Atlet, Nazaruddin di Pengadilan Tipikor, pekan lalu, mengaku tidak pernah menjalin komunikasi dengan terpidana Rosalina melalui Blackkberry sekitar tahun 2009, karena belum memiliki telepon selular jenis smartphone.
Namun hal itu dibantah tim pengacara Nazaruddin, yakni Elza Syarief dan Hotman Paris Hutapea yang menunjukkan foto Angie saat memegang Blackberry sekitar 2009, kepada majelis hakim. (ant/gor)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Rasa Aman Terkesan Makin ‘Mahal’
Akhirnya, 45 Korban Sukhoi Teridentifikasi
DVI Izinkan Keluarga Lihat Jenazah pada Selasa
Dialog Otentik Butuh Keheningan dan Kata
Selasa, Keluarga Boleh Lihat Korban Sukhoi
Pelajar Harus Cintai Iptek Agar Indonesia Maju
Perguruan Tinggi Harus Berikan Pendidikan Karakter
Reformasi Birokrasi Terhambat Pola Pikir Birokrat