ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 23 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Penanganan Bencana Longsor Cililin Masih Berlangsung
Selasa, 26 Maret 2013 | 15:22

JAKARTA-Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyatakan penanganan terhadap bencana tanah longsor di Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, masih berlangsung.

"Penanganan darurat bencana longsor di Kecamatan Cililin di Bandung Barat masih dilakukan sampai sekarang. Hingga siang ini, dari 17 korban longsor di Kampung Nagrok, delapan orang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan sembilan orang masih hilang," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho saat ditemui di Gedung Nusantara II DPR di Jakarta, Selasa (26/3).

Sutopo memaparkan, kedelapan korban meninggal terdiri dari, tiga orang dewasa dan lima anak-anak.

"Korban meninggal bernama Teten dan Safaat adalah bapak dan anak yang ditemukan tertimbun longsor dalam kondisi berpelukan. Kemudian, ada enam orang luka, di mana satu orang masih dirawat di RS Hasan Sadikin Bandung dan lainnya rawat jalan," jelasnya, seperti dikutip Antara.

Sementara itu, sembilan korban yang belum ditemukan terdiri dari tujuh perempuan dan dua laki-laki, di mana satu orang di antaranya adalah bayi perempuan berusia enam bulan.

Sutopo mengatakan, Bupati Bandung Barat telah menetapkan masa tanggap darurat untuk bencana longsor selama tujuh hari mulai 25 Maret hingga 31 Maret 2013.

"Akan tetapi, masa tanggap darurat dapat diperpanjang sesuai dengan kebutuhan di lapangan," ujarnya.

Dia juga mengatakan, fokus utama dalam masa penanganan bencana longsor di Cililin itu adalah pencarian korban yang tertimbun longsor dan pemberian bantuan kepada para pengungsi.

Untuk pencarian korban hilang, menurut dia, telah dikerahkan sekitar 150 personil tim gabungan dari BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Basarnas, PMI, Tagana, relawan dan masyarakat.

Namun, kata dia, pencarian para korban hilang itu hanya dapat dilakukan secara manual karena alat berat tidak dapat dikirimkan ke lokasi longsor disebabkan akses medan yang sulit.

"Kondisi jalan menuju lokasi longsor sempit dan menanjak sehingga sulit melalui jalan tersebut," kata Sutopo.

Dia menambahkan, para pengungsi hingga saat ini masih banyak yang tinggal bersama sanak saudaranya.

"Selanjutnya, posko, dapur umum, dan pos kesehatan didirikan di rumah penduduk. Kemudian, logistik yang tersedia mencukupi hingga satu minggu mendatang," jelasnya.(*/hrb)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!