ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 25 Mei 2013
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook

‘Masyarakat Harapkan Capres yang Cepat dan Taktis’
Kamis, 21 Juni 2012 | 18:58

JAKARTA - Peneliti Senior dari Soegeng Sarjadi Syndicates, Sukardi Rinakit, mengemukakan, calon presiden yang diharapkan masyarakat Indonesia pada pemilu presiden 2014 adalah figur yang mampu mengambil keputusan secara cepat dan taktis.

"Harapan masyarakat tersebut berangkat dari kepemimpinan presiden saat ini yang dalam persepsi masyarakat terbentuk opini tidak cepat mengambil keputusan," kata Sukardi Rinakit pada diskusi "Dialektika: Benarkah Konflik Anas dan SBY akan Hancurkan Partai Demokrat" di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Kamis.

Pembicara lainnya pada diskusi tersebut, Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Denny Kailimang, Ketua Departemen Komunikasi dan Informatika Ruhut Sitompul, serta Pakar Hukum Tata Negara Irman Putra Sidin.

Menurut Sukardi, dari sejumlah nama figur yang sudah meramaikan bursa calon presiden saat ini, ada empat nama yang masuk dalam kriteria mampu mengambil keputusan dengan cepat dan taktis.

Mereka adalah Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, Mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, serta Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Ditanya bagaimana dengan figur calon presiden lainnya seperti Aburizal Bakrie dan Hatta Radjasa, menurut Sukardi, tidak masuk dalam kriteria mengambil keputusan secara cepat dan taktis.

"Harapan masyarakat tersebut, muncul dari pengalaman empirik pemerintahan sebelumnya," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Sukardi juga merefleksikan pengalaman menjelang pemilu legislatif 2004.

Ia menjelaskan, pada saat itu masyarakat mempersepsikan Presiden Megawati yang memimpin pada 2000-2004, kurang cerdas sehingga mengharapkan pemimpin Republik Indonesia berikutnya adalah figur yang cerdas dan santun.

"Menjelang pemilu 2004 muncul nama Susilo Bambang Yudhoyono yang masuk kriteria tersebut dan memenangkan pemilu presiden," katanya. (tk/ant)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close