ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL WAWANCARA COSMOPOLITAN
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 22 Mei 2012
Pencarian Arsip

KPK Tunggu 2000 Laporan Analisis PPATK
Selasa, 21 Februari 2012 | 17:25

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunggu 2000 laporan hasil analisis Pusat Penelitian dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) milik pejabat negara yang mencurigakan.

Pimpinan KPK Busyro Muqoddas di Jakarta, Selasa, menyatakan lembaga antikorupsi siap memeriksa laporan PPATK yang berkaitan dengan rekening para anggota dewan tersebut.

Hingga saat ini KPK, menurut dia, masih harus menunggu bagaimana sebenarnya 2000 hasil analisis PPATK tersebut.

“Masih perlu waktu untuk memproses dan menindaklanjuti laporan tersebut. Hal tersebut untuk mengetahui kebenaran adanya penyimpangan terkait aliran dana di rekening para anggota dewan,” katanya.

Wisma Atlet
Sementara itu, terkait dengan transaksi mencurigakan yang ditemukan PPATK dari rekening satu hingga dua menteri yang disebut berkaitan dengan kasus suap Wisma Atlet Jakabaring, Palembang, KPK belum dapat memberikan komentar apa pun.

Busyro mengatakan juga masih menunggu laporan analisis PPATK tersebut sehingga dapat ditindak lanjuti segera.

Sebelumnya, Ketua PPATK M Yusuf dalam rapat dengan Komisi III DPR, Senin (20/2), selain menyebut sekitar 2000 transaksi mencurigakan dari pejabat legislatif juga terdapat transaksi mencurigakan dari menteri.

Namun, ia belum dapat mengetahui siapa menteri yang dimaksud, termasuk dari pengakuan Mindo Rosalina Manulang alias Rosa yang juga menyebut nama menteri yang terkait dengan proyek Wisma Atlet tersebut. (ant/gor)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Close