ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 20 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

KPK: Revisi KUHAP Jangan Bertentangan dengan UU KPK
Rabu, 20 Maret 2013 | 20:01

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi menilai revisi Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) terkait penyadapan jangan sampai bertentangan dengan undang-undang yang mengatur mengenai komisi antikorupsi tersebut.

"Jangan sampai bertentangan dengan undang-undang KPK yang sudah ada. Sebab, korupsi sifatnya Lex Specialis, maka Undang-Undang KPK sifatnya sama," kata juru bicara KPK Johan Budi di Jakarta, Rabu.

Dia menjelaskan KPK memiliki Undang-Undang sendiri yang sifatnya Lex Specialis yaitu UU nomor 30 tahun 2002. Menurut dia, dalam UU itu disebutkan kewenangan KPK untuk menyadap tanpa persetujuan hakim.

"Apakah RUU itu (KUHAP) mengatur penyadapan yang dilakukan KPK? Kalau ada, berarti ada pertentangan dengan UU KPK," ujarnya.

Sebelumnya dalam naskah akademik revisi Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), disebutkan bahwa KPK harus mendapatkan izin dari hakim pemeriksa pendahulu untuk melakukan penyadapan. Disebutkan bahwa penyadapan dilakukan dengan perintah tertulis dari atasan penyidik setelah mendapatkan izin Hakim Pemeriksa Pendahuluan.

Berdasarkan naskah akademik revisi KUHAP tersebut, terdapat pengecualian izin Hakim Pemeriksa Pendahuluan apabila penyadapan harus dilakukan dalam keadaan mendesak. Namun tetap saja harus ada laporan kepada Hakim melalui penuntut umum.

Dalam KUHAP, penyadapan merupakan hal yang dilarang tetapi tetap bisa dilakukan lembaga penegak hukum dengan sejumlah persyaratan yang ketat.

Penyadapan hanya bisa dilakukan untuk sejumlah tindak pidana yang tergolong serius dan keras. Contohnya tindak pidana korupsi, perdagangan orang, penyelundupan, pencucian uang, dan pemalsuan uang. (Investor Daily/tk/ant)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close