ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 25 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Kasus Narkotika di Jabar Kembali Meningkat
Rabu, 1 Mei 2013 | 11:04

BANDUNG-Jumlah kasus narkotika di Provinsi Jawa Barat mengalami peningkatan usai dibubarkannya Badan Narkotika Provinsi (BNP) Jabar pada bulan Januari 2013 setelah beroperasi sejak empat tahun lalu.

"Untuk masalah narkoba, sebagai mantan Ketua BNP Jabar ternyata peringkat kita naik lagi. Kemarin saya dapat kabar peringkat Jabar naik lagi," kata Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf Macan Effendi, di Bandung kepada Antara.

Ia menuturkan, saat masih ada BNP Jawa Barat pihaknya menuturkan peringkat kasus narkoba di Jabar dapat diturunkan dari peringkat kedua menjadi keenam dan saat ini kasus kasus narkotika di Jawa Barat mengalami peningkatan kembali.

Dari sekitar 6.000 kasus narkotika di Jawa Barat, kata dia, dan selama empat tahun BNP Jabar berdiri ternyata dapat menekan menjadi sekitar 1.800 kasus.

"Jadi kenaikan kasus narkoba ini saya dapatkan dari reportase kasus narkoba. Kalau kita asumsikan reportase kasus narkoba itu dengan kejadian hanya 10 persen saja. Jadi kalau ada 10 persen kasus maka yang 90 persen lagi tidak terungkap," katanya.

Dikatakan dia, program-program yang ada sekarang sudah tidak bisa lagi dijalankan karena anggaran dari pemerintah tidak jalan.

"Sehingga hal ini membuat Pemda lepas tangan sehingga narkoba naik lagi. Padahal penanganan narkoba harus dilakukan dengan intensif," katanya.

Untuk menekan jumlah kasus narkotika di Jawa Barat, kata dia, maka harus kerjasama yang jelas antara Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan dinas terkait lainnya.

Sesuai Undang-undang nomor 35 tahun 2009 mengamanatkan bahwa penanggulangan narkotika ditangani instansi vertikal pusat, yakni Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) atau Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota, maka Badan Narkotika Provinsi (BNP) Jawa Barat resmi dilikuidasi.

Sebetulnya BNP Jawa Barat harus dibubarkan sejak tahun 2011, namun karena saat transisi itu BNN belum siap secara struktural dan infrastruktur, maka muncullah Peraturan Daerah 16 Tahun 2011 tentang Perpanjangan Masa Bakti BNP Jabar sampai dengan Desember 2012.(*/hrb)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close