ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL WAWANCARA COSMOPOLITAN
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 22 Mei 2012
Pencarian Arsip

Gagasan 4 Pilar Produk Kolektif Pimpinan MPR
Kamis, 23 Februari 2012 | 7:17

JAKARTA-Ketua MPR RI Taufiq Kiemas menyatakan gagasan empat pilar kebangsaan bukan murni dibuatnya sendiri, namun merupakan gagasan bersama yang dielaborasi oleh para pimpinan MPR lainnya.

Selama ini, ujar Taufiq saat diskusi buku "Empat Pilar untuk Satu Indonesia: Visi Kebangsaan Taufiq Kiemas" di Jakarta, Rabu  (22/2), ada kesan bahwa gagasan empat pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI) adalah monopoli PDI Perjuangan.

Padahal, menurut dia, ide untuk mengenalkan Empat Pilar sebagai dasar hidup dan praksis negara Indonesia itu justru datang dari para wakilnya di MPR, yakni Meilani Leimena Suharly (Fraksi Partai Demokrat), Hajriyanto Thohari (Fraksi Partai Golkar), Lukman Hakim Saefuddin (Fraksi Partai Persatuan Pembangunan) dan Farhan Hamid (perwakilan DPD).

"Aslinya gagasan empat pilar itu datang dari wakil-wakil saya, cuma saya yang dipaksa bicara," kata Taufiq.

Dia melanjutkan bahwa ide Empat Pilar menjadi semakin besar karena didukung juga oleh para pimpinan fraksi di MPR.

Semangat kebersamaan itulah yang kemudian menjadi dasar bagi 'rukunnya' seluruh fraksi di MPR, beda dengan fraksi di DPR yang kerap berseteru.

"Jadi ini dilakukan bersama-sama dengan para pimpinan fraksi, yang sekaligus melaksanakannya dalam bentuk satu fraksi MPR," ujar Taufiq yang disambut tepuk tangan hadirin yang menghadiri acara itu.

Ia mengakui bahwa keberhasilan gerakan Empat Pilar itu juga mendapat dukungan dari para pimpinan pemerintahan serta lembaga tinggi negara lainnya.

Selain itu juga didukung oleh masyarakat, yang terbukti dari hasil survei MPR beberapa waktu lalu, bahwa mayoritas rakyat mengakui prinsip itu.

"Adalah kehendak sejarah apabila Indonesia lahir dari keberagaman. Kebhinekaan adalah kekayaan negara yang harus diterima dengan baik, beraneka ragam tapi masih satu dalam Indonesia," ujarnya.

Tampak hadir dalam acara itu sejumlah tokoh nasional diantaranya mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Ketua DPD Irman Gusman, Hakim Agung Gayus Lumbuun, politisi Golkar Akbar Tanjung, pendiri Nasional Demokrat Surya Paloh, Ketua Komisi Yudisial Erman Soeparman, dan Cendikiawan Syafii Maarif.(ant/hrb)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Close