BMKG Prakirakan Awal Kemarau pada Mei
Kamis, 23 Februari 2012 | 11:49
Sebuah papan bertuliskan ‘dilarang memancing’ terpancang di atas lahan yang kering di kawasan Marunda, Jakarta Utara, 5 September 2011. Foto ilustrasi: Investor Daily/ ANTARA/Rosa Panggabean/ss/ama/11 JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan awal musim kemarau umumnya terjadi pada Mei 2012 yaitu di 342 Zona Musim (ZOM).
"Ada tambahan air tapi lemah di Indonesia bagian timur, sedangkan Dipole Mode normal dan suhu muka laut di Pasifik tengah pada Maret hingga Mei kondisi dingin," kata Kepala BMKG Sri Woro B Harjono di Jakarta, Kamis.
Lebih lanjut Sri Woro mengatakan, puncak musim kemarau terjadi pada Juni, Juli dan Agustus 2012.
Sedangkan pada Juni musim kemarau terjadi di 83 ZOM. Namun sebagian wilayah awal musim kemarau sudah terjadi pada Februari sebanyak empat ZOM, Maret satu ZOM, April 79 ZOM.
Sementara pada Juli awal musim hujan terjadi di 34 ZOM, Agustus di 13 ZOM, September satu ZOM dan Oktober di satu ZOM.
Berdasarkan analisis dan prediksi dinamika atmosfer dan laut, pada akhir Januari 2012 kondisi Ekuator Pasifik Tengah berada pada kondisi La Nina lemah hingga memasuki Februari.
Beberapa analisis menunjukkan kondisi La Nina lemah hingga normal akan dominan hingga pertengahan 2012 sehingga memberikan indikasi bahwa awal musim kemarau di wilayah Indonesia berada pada kisaran normal.
Namun ada sejumlah daerah yang awal musim kemaraunya tidak dimulai pada bulan Mei. Yakni, pada Februari terjadi di Sumatera tepatnya di Aceh bagian utara dan timur, Kota Sungai Penuh serta Kerinci bagian utara dan tengah.
Sebagian besar wilayah Pulau Jawa misalnya memasuki musim kemarau pada April dan Mei hingga Juni 2012. Sementara di Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur musim kemarau terjadi masuk pada Maret, April, Mei. Juga Sulawesi pada April, Mei, Juni, Juli, Agustus dan Oktober. (ant/gor)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Rasa Aman Terkesan Makin ‘Mahal’
Akhirnya, 45 Korban Sukhoi Teridentifikasi
DVI Izinkan Keluarga Lihat Jenazah pada Selasa
Dialog Otentik Butuh Keheningan dan Kata
Selasa, Keluarga Boleh Lihat Korban Sukhoi
Pelajar Harus Cintai Iptek Agar Indonesia Maju
Perguruan Tinggi Harus Berikan Pendidikan Karakter
Reformasi Birokrasi Terhambat Pola Pikir Birokrat