Rupiah Akhir Pekan Stagnan di Posisi 9.465
Jumat, 10 Agustus 2012 | 16:31
Teller menghitung lembaran rupiah di money changer Bank Mandiri, Jakarta. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA JAKARTA- Seiring sikap investor pasar uang ambil posisi wait and see, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada akhir pekan sore cenderung bergerak di kisaran sempit hingga tidak bergerak nilainya atau stagnan di posisi Rp9.465 per dolar AS.
"Investor tengah mengambil posisi wait and see, pergerakannya di kisaran sempit hal itu dilakukan seiring dengan perkiraan pasar terhadap AS yang akan melakukan pelonggaran kuantitatif (QE) ke-3," kata pengamat pasar Bank Himpunan Saudara Rully Nova.
Ia menambahkan, investor mengharapkan adanya QE dikarenakan data AS yang cenderung kurang baik. Dengan dilaksanakan QE ke-3 akan dapat memberi dampak positif terhadap nilai tukar berisiko termasuk rupiah.
Namun demikian, lanjut dia, pemerintah AS belum memberikan indikasi untuk melakukan pelonggaran kuantitatif, hal itu yang membuat pasar uang kurang berfluktuasi.
Sementara dari dalam negeri, kata Rully, Bank Indonesia (BI) yang menetapkan tingkat suku bunga acuan (BI rate) sudah diantisipasi pasar sehingga tidak terlalu memberi pengaruh terhadap pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Ia memperkirakan, pergerakan perdagangan valuta asing pada pekan depan masih dalam kisaran yang sempit. Hal itu juga dipengaruhi dari libur panjang jelang Hari Raya Lebaran. "Pergerakan rupiah diproyeksikan bergerak di kisaran Rp9.450-Rp9.500 per dolar AS," ucap dia.
Sementara itu, pada kurs tengah BI, rupiah bergerak menguat menjadi Rp9.477 dibanding sebelumnya di posisi Rp9.483 per dolar AS. (ant/gor)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
BI Minta Resiprokal 3 Bank BUMN di Singapura
Redenominasi akan Dilakukan Tim di Bawah Wapres
Bank Mutiara Kembali Gagal Dijual
BSM: 90% Nasabah Adalah Swing Voters
Model Bisnis Unik yang Bikin Sumitomo Mitsui Jatuh Hati
Bank Mandiri Perbesar Bisnis Konsumer
BI Berupaya Kenali Investor Spekulan
Bank BUMN Dapat Bersaing di Singapura