ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL WAWANCARA COSMOPOLITAN
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 22 Mei 2012
Pencarian Arsip

Laba CIMB Naik 25% atau Rp3,17 Triliun
Rabu, 22 Februari 2012 | 14:48

JAKARTA - PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) membukukan laba bersih konsolidasi pada 2011 sebesar Rp3,17 triliun atau naik 25% dibanding pencapain pada tahun sebelumnya senilai Rp2,55 triliun.

"Peningkatan laba bersih didorong oleh meningkatnya laba operasional CIMB Niaga sebesar 17% dari Rp8,89 triliun pada 2010 menjadi Rp10,37 triliun pada 2011," kata Presiden Direktur CIMB Niaga, Arwin Rasyid di Jakarta, Rabu.

Ia mengemukakan, naiknya laba operasional perusahaan itu dipicu dari pertumbuhan kredit yang naik 20% menjadi Rp125,70 triliun dari Rp104,89 triliun pada 2010.

Penyaluran kredit mikro laju dan pembiayaan otomotif dari anak usaha PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) merupakan segmen bisnis yang mencatatkan pertumbuhan kredit tertinggi.

"Hingga akhir 2011, penyaluran kredit mikro laju CIMB Niaga dan pembiayan otomotif CNAF tumbuh masing-masing sebesar 352% dan 111% menjadi Rp1,22 triliun dan Rp8,28 triliun," papar Arwin.

Menurut dia, meningkatnya penyaluran kredit CIMB niaga turut didukung dengan perolehan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 12% menjadi Rp131,81 triliun.

Ia juga mengatakan, pihaknya belum berencana melakukan pemisahan (spin off) terhadap produk unit syariah dari CIMB Niaga konvensional dikarenakan skala unit itu masih kecil. Meski pertumbuhan unit Syariah cukup positif, secara aset dinilai masih kecil sehingga perusahaan akan membesarkannya terlebih dahulu.

"Unit Syariah masih perlu dibesarkan lagi maka itu kami belum merencanakan untuk melakukan spin off. Melakukan Spin-off mudah, saat ini kami lebih suka dengan 'dual banking model'. Jadi, nasabah CIMB Niaga konvensional juga bisa mendapatkan layanan syariah di banyak cabang CIMB Niaga," katanya.

Arwin memaparkan, pertumbuhan deposito syariah pada 2011 sekitar 60% menjadi Rp4,14 triliun. Sementara untuk pendanaan (financing) tumbuh sekitar 74% mencapai Rp3,25 triliun. (ant/gor)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Close