ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 20 Mei 2013
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook

KUR Harus Masuk ke Industri Hulu
Jumat, 10 Agustus 2012 | 15:50

Menko Perekonomian Hatta Rajasa memberi keterangan pers didampingi Menteri Keuangan Agus Martowardojo, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan, dan Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi usai rapat koordinasi mengenai Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kantor Kemenko, Jakarta, Selasa (10/1). Pemerintah menargetkan penyaluran KUR pada 2012 sebesar Rp 30 triliun atau naik 50% dibandingkan 2011 yang sebesar Rp 20 triliun. Foto: Investor Daily/EKO S HILMAN Menko Perekonomian Hatta Rajasa memberi keterangan pers didampingi Menteri Keuangan Agus Martowardojo, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan, dan Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi usai rapat koordinasi mengenai Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kantor Kemenko, Jakarta, Selasa (10/1). Pemerintah menargetkan penyaluran KUR pada 2012 sebesar Rp 30 triliun atau naik 50% dibandingkan 2011 yang sebesar Rp 20 triliun. Foto: Investor Daily/EKO S HILMAN

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bahwa Kredit Usaha Rakyat (KUR) harus mulai menyentuh industri hulu. "Jika sekarang ini KUR industri hilir, KUR sekarang harus mulai menyentuh industri hilir," kata Presiden dalam pengantar rapat terbatas dengan perbankan untuk membahas KUR di Jakarta, Jumat.

Yudhoyono menilai bahwa KUR sebagai program dari pemerintah untuk menggerakkan sektor mikro kecil dan menengah sudah memberi manfaat besar bagi pengurangan kemiskinan dan pengangguran.

"Namun, kinerja yang baik ini harus ditingkatkan kembali, masih ada dua tahun kesempatan bagi Kabinet Indonesia Bersatu II untuk hal ini," kata Yudhoyono.

KUR adalah program pemerintah untuk menggerakkan sektor UMKM. Penyaluran KUR di antaranya  melalui Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, Bank Negara Indonesia Syariah, Bank Tabungan Negara, Bank Mandiri, Bank Syariah Mandiri dan Bukopin.

Sampai Mei 2012, BRI menjadi bank dengan kinerja penyaluran kredit terbaik, dengan total Rp 46,6 triliun dengan debitur 7.066.998.

Nilai tersebut jauh melebihi kinerja BNI yang berada di urutan kedua dengan nilai penyaluran kredit sebesar Rp 8,1 triliun dengan total debitur 1.591.636.

Presiden Yudhoyono menggaris bawahi kinerja BRI dengan mengatakan bahwa jangkauan BRI memang berbeda dengan bank-bank lain.

Dia berharap bank-bank di Indonesia dapat menjalankan fungsinya untuk menggerakkan perekonomian di tengah kondisi yang tanpa gejolak ini. (tk/ant)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close