ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 21 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

BTPN Tawarkan Kredit Prapensiunan PNS
Jumat, 7 Juni 2013 | 15:11

Sejumlah pensiunan tengah menyaksikan proses pembuatan kue onde-onde ‘ketawa’ pada acara Pelatihan Daya Tumbuh Usaha yang diselenggarakan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) di Kantor Cabang Purna Bakti BTPN Jalan MT Haryono No 715, Semarang, Kamis (16/5). Foto: Investor Daily/IST Sejumlah pensiunan tengah menyaksikan proses pembuatan kue onde-onde ‘ketawa’ pada acara Pelatihan Daya Tumbuh Usaha yang diselenggarakan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) di Kantor Cabang Purna Bakti BTPN Jalan MT Haryono No 715, Semarang, Kamis (16/5). Foto: Investor Daily/IST

JAKARTA- Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) mengembangkan program kredit prapensiunan bagi pegawai negeri sipil (PNS) dengan menawarkan pinjaman maksimal hingga Rp350 juta dengan tenor sepuluh tahun.

Kepala BTPN Jawa Timur Syukran dalam siaran pers yang diterima Antara di Jakarta, Jumat, menyebutkan kredit yang ditawarkan bersifat multiguna dan bisa digunakan untuk berbagai keperluan. "Kredit digunakan untuk persiapan masa pensiunan, biasanya dimanfaatkan untuk kegiatan produktif," kata Syukran.

Program kredit prapensiunan ini, kata dia, didasarkan pada kebutuhan para pegawai menjelang masa pensiun seperti untuk pembelian rumah, bagi pegawai yang sebelumnya tinggal di rumah dinas.

Syukran mengatakan kredit prapensiunan selain bisa digunakan membeli rumah juga bisa dimanfaatkan untuk perdagangan, bisnis persewaan mobil hingga membuka warung ataupun rumah makan.

Program prapensiunan BTPN ini, kata Syukran, berlaku bagi pegawai yang akan pensiun dari setahun hingga lima tahun.

Syukran mengatakan respon dari program ini sangat bagus termasuk dari PNS yang pensiunnya masih lama, karena tingginya kesadaran untuk meningkatkan kesejahteraan di masa pensiun.

PNS yang ikut kredit prapensiun ini, jelas Syukran, akan mendapat pelatihan hingga bimbingan wirausaha meliputi dasar-dasar berdagang, membuka pasar, membuat merek, hingga bimbingan atas berjalannya bisnis nasabah.

Untuk jumlah nasabah pensiun BTPN Jawa Timur I saat ini mencapai 86 ribu orang, dengan rata-rata pertumbuhan 10% per tahun. Program pensiunan Jawa Timur memberikan kontribusi 15% untuk nasional dengan rata-rata kenaikan 22%. Regional Jawa Timur I ini meliputi Surabaya, Madura, Bali, NTB, dan NTT.

Secara nasional, penyaluran kredit BTPN tumbuh 28% per 31 Maret 2013. Pada 31 Maret 2013, kredit BTPN tercatat Rp41,1 atau naik Rp9 triliun dibanding periode yang sama 2012 sebesar Rp32,1 triliun. (*/gor)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close