ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 18 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

BI: Rupiah Melemah Akibat Kurangnya Persediaan Valas
Jumat, 25 Januari 2013 | 20:28

JAKARTA - Bank Indonesia menyatakan melemahnya rupiah pada awal tahun ini merupakan akibat kurangnya persediaan valas di dalam negeri.

"Rupiah melemah permasalahannya karena shortage supply dollar valuta asing dari hari ke hari," kata Deputi Gubernur BI Hartadi A. Sarwono di Kantor BI, Jakarta, Jumat.

Hartadi menegaskan, tidak ada perubahan fundamental dari instrumen atau apapun terkait melemahnya rupiah tersebut.

"Di dalam BOP (Balance of Payment atau neraca pembayaran) kita masih surplus overall-nya, artinya defisit di current account masih bisa ditutupi oleh capital account (neraca modal)," kata Hartadi.

Namun, menurut Hartadi, porsi dalam BOP masih banyak yang didukung oleh investasi langsung atau Foreign Direct Investment (FDI).

"Kita harus ketahui, dari FDI itu mungkin sekitar 75-85 persen dalam bentuk in kind, dalam bentuk barang maupun jasa, misalnya jasa konsultan, dan hanya sedikit dalam bentuk tunai," ujar Hartadi.

Oleh karena itu, lanjut Hartadi, defisit ekspor-impor hanya sebagian yang tertutupi dengan dana tunai di pasar.

"Dari waktu ke waktu kita harus berani masuk ke pasar untuk menurunkan gap antara supply dan demand di pasar valuta asing," katanya.

Hartadi menambahkan, prediksi membaiknya pertumbuhan perekonomian dunia pada 2013 juga akan berdampak membaiknya ekspor di Tanah Air. "Kita harapkan ekspor kembali meningkat," ujar Hartadi. (tk/ant)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close