BI: Neraca Pembayaran Triwulan II-2012 Defisit 3,1%
Jumat, 10 Agustus 2012 | 16:43
Darmin Nasution. FOTO: ANTARA JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution mengatakan, defisit Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan II 2012 tercatat defisit 3,1% dari PDB atau meningkat dibanding defisit NPI pada triwulan I.
"Transaksi modal dan finansial itu masih surplus tetapi tidak sampai sebesar defisitnya transaksi berjalan, sehingga sebagai hasilnya neraca pembayaraannya defisit sampai 3,1% dari PDB," kata Darmin di Jakarta, Jumat.
Dikatakannya, karena investasi naik dan tumbuh besar serta capital inflows untuk jangka pendek juga masuk maka transaksi modal atau capital account sampai triwulan II mengalami surplus.
Namun, karena defisit transaksi berjalan atau current account mengalami peningkatan defisit maka total neraca pembayaran Indonesia masih mengalami defisit yang cukup besar.
Menurutnya, Pemerintah dan BI dalam rapat koordinasi yang dilakukan Jumat pagi sudah membahas persoalan ini dan telah menyiapkan berbagai kebijakan yang bisa dilakukan BI dan Pemerintah.
Dikatakannya, untuk mengatasi pelemahan ekspor perlu diversifikasi pasar, sehingga pada jangka menengah panjang pertumbuhan ekspor bisa dijaga dengan baik.
Sementara mengenai pertumbuhan kredit perbankan yang mencapai 26%, menurut Darmin mencerminkan perekonomian yang tumbuh sebesar 6,4% dan didukung kredit investasi dan modal kerja.
"Untuk pertumbuhan ekonomi sedikit di atas 6%, kredit perbankan 26% itu sudah optimum bagus, sebab kalau lebih tinggi itu kebanyakan," katanya. (ant/gor)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Redenominasi akan Dilakukan Tim di Bawah Wapres
BI Minta Resiprokal 3 Bank BUMN di Singapura
Bank Mandiri Perbesar Bisnis Konsumer
Bank Mutiara Kembali Gagal Dijual
BI Berupaya Kenali Investor Spekulan
Model Bisnis Unik yang Bikin Sumitomo Mitsui Jatuh Hati
Bank Nobu Sasar Kredit Tumbuh 238,6%
BSM: 90% Nasabah Adalah Swing Voters