ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 19 Mei 2013
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook

Asing atau Lokal yang Penting Bank Berjalan Baik
Jumat, 10 Agustus 2012 | 14:03

Seorang karyawati Citibank memperlihatkan kartu kredit saat peluncuran produk pinjaman baru Citibank Ready Credit di Jakarta, baru-baru ini.  Foto: Investor Daily/EKO S HILMAN Seorang karyawati Citibank memperlihatkan kartu kredit saat peluncuran produk pinjaman baru Citibank Ready Credit di Jakarta, baru-baru ini. Foto: Investor Daily/EKO S HILMAN

JAKARTA - Pimpinan Citibank Indonesia Tigor Siahaan menilai status bank asing atau lokal bukanlah hal yang harus dipermasalahkan asalkan pengelolaan bank berjalan dengan baik.

"Seperti yang disebutkan Bank Indonesia (BI), tak peduli bank itu asing atau bukan, yang terpenting adalah apakah bank tersebut bisa dikelola dengan benar," kata Tigor saat silaturahim di Jakarta, Kamis malam.

Tigor Siahaan menyatakan Indonesia memerlukan bank yang dikelola secara baik karena risiko sistemik (sistemic risk) perbankan yang sangat besar untuk perekonomian nasional. "Sistemik perbankan sendiri harus dilihat yang mana yang sehat dan mana yang kurang sehat," katanya.

Menurut Tigor, keberadaan bank-bank asing membuat sistem perbankan Indonesia menjadi sehat.

Hal itu terjadi saat krisis menempa hampir semua bank di Indonesia pada pertengahan 1997 hingga mengakibatkan pembentukan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN/IBRA Indonesian Bank Restructuring Agency) untuk menyelamatkan bank-bank yang hampir bangkrut.

"Adanya kebijakan itu membuka bank asing untuk masuk 99%, tapi setelah itu perbankan tanah air menjadi sangat sehat seperti sekarang," katanya.

Sebagai salah satu bank asing di Indonesia, Tigor berpendapat saat ini posisi Citibank sudah cukup mumpuni. "Kami merasa nyaman dengan posisi kami saat ini, karena regulasi BI yang cukup ketat dan provisi yang lebih baik," katanya. (gor/ant)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close