2 'Private Equity' Menanti Bank Mutiara
Jumat, 10 Agustus 2012 | 9:05
Bank Mutiara. Foto: Investor Daily/ ANTARA/HO/Disya/pd/11 JAKARTA-Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menerima tiga investor yang menyatakan minatnya untuk membeli PT Bank Mutiara Tbk. yakni dua perusahaan investasi (private equity) dan satu perusahaan lokal.
"Tadinya ada sembilan investor, terus menjadi tujuh. Sekarang tiga investor dan yang sudah selesai diverifikasi ada dua, sedangkan yang satunya sebentar lagi selesai," kata Direktur Keuangan Bank Mutiara Mirza Mochtar di Jakarta, Kamis (9/8).
Ia menambahkan, hasil verifikasi tiga investor akan diumumkan pekan depan. Selanjutnya, peminat melakukan uji tuntas (due dilligence), penawaran akhir, dan transaksi penutupan.
Kepala Eksekutif LPS Mirza Adityaswara menambahkan saat ini penjualan sudah dilakukan dan ada tiga investor yang berminat membeli Bank Mutiara. Dua investor sudah dilakukan verifikasi dan satu investor masih dilakukan proses verifikasi.
"Kita inginkan investor masuk pada harga rasional. Kalau sudah verifikasi semua baru kita umumkan," tutur Mirza.
Ia mengungkapkan nilai buku (price of book value/PBV) Bank Mutiara sekitar 6,5 kali. PBV Bank Mutiara ini jauh lebih tinggi di atas PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), yakni empat kali, sementara bank BUMN, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar tiga kali.
"Harga bank yang tertinggi di Indonesia itu BCA untuk bank umum swasta. Bank-bank di Asia sendiri PBV-nya 1-1,5 kali," tuturnya.
Mirza menjelaskan LPS diberikan waktu untuk melakukan penjualan Bank Mutiara hingga tahun kelima, yakni 2013, dan dimungkinkan diperpanjang sampai tahun keenam, yakni 2014.
"Di tahun keenam ini akan dilakukan penawaran dengan harga tertinggi dan paling baik. Sebelumnya, kita klarifikasi dahulu apakah mereka mampu dalam keuangannya," urainya.
Ia mengakui beberapa tahun lalu penawaran Bank Mutiara tidak berlanjut karena masalah administrasi dan para investor enggan meneruskan penawarannya.(ant/hrb)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Bank Tetap Untung Tanpa Kenaikan Bunga
Penjagaan BI Tahan Pelemahan Rupiah Rabu Pagi
Persaingan ke Depan Memperebutkan Dana
OJK Beroperasi Penuh Januari 2014
OJK dan PPATK Cegah Pencucian Uang
Rupiah Pagi Stabil di Posisi Rp9.870
OJK Cabut Izin usaha Asuransi Jiwa Nusantara
Kredit Belum Tentu Berdampak Kebijakan BBM