ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 24 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Semen Indonesia Dirikan Sekolah Manajemen STIMSI
Sabtu, 11 Mei 2013 | 22:41

Mahendra Siregar (kiri) saat sebagai Komisaris Utama Semen Indonesia bersama Direktur Utama Semen Indonesia Dwi Soetjipto (kanan) dalam RUPS Tahunan di Jakarta, 30 April 2013. Foto: Investor Daily/ DAVID GITA ROZA Mahendra Siregar (kiri) saat sebagai Komisaris Utama Semen Indonesia bersama Direktur Utama Semen Indonesia Dwi Soetjipto (kanan) dalam RUPS Tahunan di Jakarta, 30 April 2013. Foto: Investor Daily/ DAVID GITA ROZA

GRESIK- PT Semen Indonesia Tbk melalui Semen Gresik Foundation (SGF)  mendirikan Sekolah Tinggi Manajemen Semen Indonesia (STiMSI) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, dan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2013/2014.

Peresmian STiMSI dilakukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh di halaman Wisma Ahmad Yani, PT Semen Indonesia, di Gresik, Sabtu sore, yang dihadiri Wakil Bupati Gresik M. Qosim, jajaran komisaris, dan direksi BUMN semen tersebut.

STiMSI merupakan sekolah tinggi pertama yang didirikan PT Semen Indonesia. Sebelumnya, melalui SGF sudah mengelola sejumlah lembaga pendidikan unggulan mulai tingkat usia dini (PAUD) hingga SMA atau SMK.

Direktur Utama PT Semen Indonesia sekaligus Ketua STiMSI Dr Dwi Soetjipto menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalin kerja sama dengan dua perguruan tinggi terkemuka untuk pendirian sekolah tersebut, yakni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

"STiMSI siap menjadi kawah candradimuka bagi SDM-SDM (sumber daya manusia) unggul yang nantinya bisa memberikan kontribusi besar kepada bangsa dan negara. STiMSI juga berkomitmen tinggi untuk menyelenggarakan pendidikan tinggi berkualitas," katanya.

Selain dukungan tenaga pengajar atau dosen dari ITS dan ITB, lanjut Dwi Soetjipto, pihaknya juga telah menyiapkan sejumlah sarana dan prasarana penunjang kegiatan pendidikan, seperti ruang kelas, akses internet, perpustakaan, dan laboratorium.

"Keunggulan lain dari STiMSI yang tidak dimiliki sekolah tinggi serupa di Indonesia adalah keberadaan perusahaan di lingkungan grup Semen Indonesia yang bisa dimanfaatkan seluruh mahasiswa sebagai 'laboratorium' dalam mengeksplorasi pengetahuan dan latihan aplikasi ilmu lintas disiplin," tambahnya.

Pada tahun pertamanya beroperasi, STiMSI menargetkan bisa mendapatkan 120 orang mahasiswa untuk dua program studi, masing-masing manajemen (60 orang) dan manajemen rekayasa (60%).

"Setiap program studi memiliki konsentrasi yang fokus pada industri persemenan. Namun, lulusan sekolah ini sebenarnya disiapkan untuk menjadi pemimpin di perusahaan atau industri apa pun," kata Dwi Soetjipto.

Bahkan, Dwi Soetjipto menyatakan optimistis sekolah tinggi yang dikelola BUMN bidang persemenan itu, mampu menjadi salah satu sekolah manajemen terbaik di kawasan Asia Tenggara pada tahun 2025.

Dalam sambutan peresmian, Mendikbud Mohammad Nuh memberikan apresiasi kepada PT Semen Indonesia dalam upayanya ikut mendukung peningkatan kualitas SDM melalui pendirian sekolah tinggi manajemen.

"Pendirian STiMSI akan mendorong peningkatan kualitas SDM dan membangun semangat optimisme bagi generasi muda Indonesia untuk terus bergerak lebih maju menghadapi tantangan ke depan yang makin ketat," katanya.

Nuh juga berharap keberadaan sekolah tinggi manajemen itu bisa makin berkembang dan selanjutnya melebarkan sayap hingga menjadi perguruan tinggi atau universitas. (gor/ant)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close