Rupiah Kamis Pagi Menguat dalam Kisaran Sempit
Kamis, 9 Agustus 2012 | 10:13
Seorang teller menghitung mata uang rupiah di Jakarta. Foto ilustrasi: Dok Investor Daily JAKARTA-Mata uang rupiah terhadap dolar AS pada Kamis pagi menguat dan cenderung dalam kisaran sempit di tengah minimnya sentimen positif di pasar uang.
Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Kamis pagi (9/8) bergerak menguat lima poin menjadi Rp9.462 dibanding posisi sebelumnya senilai Rp9.467 per dolar AS.
"Pasar Asia minim sentimen sehingga masih bergerak 'mixed' sehingga rupiah juga masih bergerak stabil dalam kisaran sempit terhadap dolar AS," kata pengamat pasar uang Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih di Jakarta, Kamis.
Ia mengatakan, kendati lembaga pemeringkat Standard & Por's (S&P) menurunkan outlook Yunani menjadi negatif, tetapi pasar merespon kemungkinan the Fed akan mengumumkan pelonggaran kuantitatif (QE) ke tiga pada pertemuan September mendatang.
"Ekspektasi itu membuat dolar AS melemah dan harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan," kata dia.
Ia menambahkan, bank sentral Eropa (ECB) juga akan mengambil langkah untuk menahan laju pelemahan euro setelah Jerman kembali menegaskan dukungannya terhadap kebijakan ECB.
Dari dalam negeri, kata Lana, posisi cadangan devisa per Juli tercatat sebesar 106,559 miliar dolar AS, naik tipis 57 juta dolar AS dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 106,502 miliar dolar AS.
"Kenaikan tipis ini terutama berasal dari masuknya dana asing dalam portofolio. Selama bulan Juli dana asing yang masuk ke SUN dan saham dengan porsi terbesar ke aset SUN," kata dia. (ant/hrb)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
BEI, Bursa Paling Atraktif di Dunia
BEI Berharap Penurunan Jumlah Saham Segera Tereliminasi
Harum Energy Bagi Dividen Rp681 Miliar
Astra Internasional tak Kurangi Investasi Industri Otomotif
IHSG Dibuka Turun Sementara Kurs Rupiah Menguat
Bank Windu Rencanakan Rights Issue
LTLS Terbitkan Obligasi Tahap I Rp 700 Miliar