PTPP Terbitkan MTN Rp180 Miliar
Kamis, 9 Agustus 2012 | 14:16
Foto: Investor Daily/DEFRIZAL JAKARTA-Perusahaan konstruksi milik BUMN, PT PP Tbk (PTPP), menerbitkan surat utang jangka menengah (Medium-Term Notes/MTN) XVII senilai Rp180 miliar.
Dalam keterbukaan informasi BEI, di Jakarta, Kamis (9/8), Direktur Utama PTPP Bambang Triwibowo mengatakan MTN XVII ini memiliki tenor 24 bulan dengan periode jatuh tempo pada 7 Agustus 2014.
"Penawaran terbatas dilaksanakan oleh PT Mandiri Sekuritas," katanya.
Bambang menambahkan mekanisme dan wilayah penawaran MTN ini adalah penawaran terbatas (private placement) di wilayah Jakarta.
"Pihak-pihak yang telah membeli MTN XVII ini adalah dua investor institusi dan beberapa investor ritel," terangnya.
Sementara terkait kinerja, hingga semester I-2012 perseroan mencatat pertumbuhan laba bersih 44,17 persen atau menjadi Rp 64,86 miliar dibandingkan periode yang sama 2011 senilai Rp44,98 miliar.
Seiring kenaikan laba bersih, emiten berkode sama PTPP ini juga mencatatkan pendapatan senilai Rp2,02 triliun yang masih didominasi dari sektor konstruksi.
Sedangkan dari sektor EPC yang aktivitasnya baru dimulai awal tahun lalu telah memberikan kontribusi pendapatan sebesar 16,28 persen, kontribusi pendapatan dari sektor properti senilai 2,66 persen.
Untuk 2012 ini, perseroan menargetkan nilai kontrak (order book) senilai Rp27 triliun yang terdiri dari kontrak baru senilai Rp16,8 Triliun dan kontrak bawaan (carry over) sebesar Rp10,2 triliun.
Beberapa proyek besar yang telah diperoleh dalam tahun ini antara lain Educity Apartment di Surabaya, Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) Muara labuh, Sumatera dan proyek EPC Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) 100 MW di Duri Pekanbaru. (ant/hrb)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Acset Tawarkan Saham Perdana Rp2.200-2.750
OJK Upayakan Persingkat Proses IPO
Faktor Teknikal Dorong Indeks BEI Dibuka Menguat
OJK: Kinerja Emiten Positif Dorong Aliran Dana Asing
PT Saratoga Fokuskan Bisnis pada Tiga Sektor Utama
Pemerintah Lelang Obligasi Rp9,35 Triliun
BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham Humpuss