PTPP Jajaki Penerbitan MTN Rp 250 Miliar
Rabu, 22 Februari 2012 | 16:33
PTPP pada 2012 mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp 400 miliar naik sekitar 60 persen dibanding capex tahun 2011 yang mencapai Rp 250 miliar. JAKARTA - PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) menjajaki penerbitan surat utang jangka menengah (MTN) senilai Rp 250 miliar dengan masa tenor 1,5-2 tahun.
"Penerbitan MTN akan direalisasikan mendekati kuartal II-2012 atau sekitar Mei 2012," kata Sekretaris Perusahaan PTPP, Betty Ariana, ketika dihubungi di Jakarta, Rabu.
Menurut Betty, hasil penerbitan MTN tersebut antara lain akan digunakan untuk membiayai kembali (refinancing) surat utang perseroan yang jatuh tempo.
Betty tidak merinci lebih lanjut tingkat bunga kupon dari surat utang yang akan diterbitkan tersebut. "Belum ditetentukan. Masih dikaji sejalan dengan tren penurunan BI rate saat ini," ujarnya.
Ia menjelaskan pada tahun ini perseroan memiliki utang jatuh tempo tiga MTN yang mencapai Rp 250 miliar, terdiri atas Rp 75 miliar jatuh tempo pada Juni, dan Rp 100 miliar jatuh tempo Agustus, dan Rp 75 miliar jatuh tempo September.
Perusahaan yang mencatatkan saham (IPO) pada Februari 2010 ini bergerak di bidang perencanaan dan konstruksi bangunan (real estate), pelaksana konstruksi bangunan gedung dan sipil, juga mengerjakan bidang usaha terkait lainnya, seperti manajemen gedung, pengembangan properti dan realty.
Pada 2012 perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp 400 miliar naik sekitar 60 persen dibanding capex tahun 2011 yang mencapai Rp 250 miliar.
Betty menuturkan alokasi belanja modal digunakan untuk investasi pembangkit listrik, infrastruktur dan properti.
Sumber pendanaan capex, ditambahkannya, selain dari internal kas perseroan juga akan dipenuhi dari dana sisa hasil IPO yang mencapai Rp 240,01 miliar pada akhir Desember 2011.
Betty menjelaskan pada 2012 perseroan menargetkan order book sebesar Rp25,3 triliun, atau naik 39,77 persen dari order book tahun 2011 sekitar Rp 18,1 triliun.
"Sebesar 30 persen pekerjaan PTPP merupakan proyek dari BUMN, terdiri atas bangunan 30 persen, engineering procurement construction (EPC) 20 persen, investasi 20 persen, dan proyek infrastruktur 30 persen," ujarnya seperti dikutip Antara.
PTPP memiliki kontrak berjalan pembangunan proyek perkantoran sebesar Rp 2,11 triliun, proyek pembangunan apartemen sekitar Rp 792,04 miliar, proyek pembangunan gedung universitas Rp 666,17 miliar, pembangunan pusat perdagangan sebesar Rp 497,96 miliar, dan pembangunan rumah sakit sebesar Rp 412,78 miliar.
"Selain sektor properti, kita juga sedang mengerjakan proyek pembangunan power plant (pembangkit listrik--red) milik PLN dan swasta di Kalimantan PLTU 2x100 MW, PLTU 100 MW di Cilegon, Banten, PLT Geothermal 4 MW di Jawa Barat, dan PLTU 2x25 MW di Sulawesi," ujarnya. (tk)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Aksi Jual Investor Asing Hempaskan IHSG
Saham Right Issue Metrodata Ditawarkan Rp115
Sentimen Negatif Regional Penghambat Gerak IHSG
Minna Padi Raih Laba Rp31,708 Miliar
Kondisi Global Masih Bayangi Pergerakan IHSG
Waskita Karya Seleksi Lembaga Penunjang IPO
IHSG Senin Dibuka Melemah Mengikuti Bursa Global
Penetapan Sasaran Inflasi Harus Konsisten