ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 23 Mei 2013
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook

Danamon Bukukan Laba Bersih Rp 2 Triliun
Senin, 23 Juli 2012 | 15:58

JAKARTA - PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) mencatatkan laba bersih konsolidasi setelah pajak senilai Rp 2 triliun pada semester pertama 2012. Angka itu tumbuh 36 persen dari Rp 1,473 triliun pada periode sama tahun sebelumnya.

"Di tengah perekonomian domestik yang relatif stabil, kami mampu menghasilkan pertumbuhan yang kuat di semua segmen bisnis kami pada semester pertama tahun ini," kata Presiden Direktur Danamon Henry Ho dalam siaran pers di Jakarta, Senin.

Hal itu, lanjut dia, menunjukkan kuatnya perekonomian Indonesia pada paruh pertama tahun ini, meskipun adanya tekanan dari ekonomi global.

Sampai akhir Juni 2012, jelas Henry, total kredit Danamon mencapai Rp 110 triliun, atau naik 19 persen dari Rp 93 triliun yang dicapai setahun yang lalu.

Ia menambahkan, pertumbuhan kredit yang positif itu didorong oleh pertumbuhan di segmen kredit mass market, yang mencakup kredit kepada nasabah wirausahawan kecil (self-employed mass market), kredit kepemilikan kendaraan bermotor, perabotan rumah tangga (durable goods), dan pembiayaan syariah beragunan emas.

"Kredit di segmen mass market ini tumbuh sebesar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp 64 triliun sampai dengan tanggal 30 Juni 2012, dan berkontribusi sebesar 58 persen kepada total portofolio kredit Danamon," kata dia.

Chief Financial Officer dan Direktur Danamon, Vera Eve Lim menambahkan, kredit dari segmen Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Komersil mencatat pertumbuhan sebesar 20 persen dibandingkan tahun lalu menjadi Rp 28 triliun, atau 25 persen dari total portofolio kredit Danamon.

"Unit perbankan mikro kami, Danamon Simpan Pinjam (DSP), secara aktif berkembang ke sektor yang berpotensi, seperti baru-baru ini meraih hasil yang menjanjikan pada sektor agribisnis," kata dia.

Sementara itu, lanjut dia, pembiayaan alat-alat berat yang disalurkan oleh unit bisnis ABF (Assets Based Financing) Danamon tumbuh sebesar 64 persen menjadi Rp 5,6 triliun.

Kemudian, kredit dari segmen korporasi tumbuh 13 persen menjadi Rp 13 triliun, dan trade finance Danamon naik 55 persen menjadi Rp 6,5 triliun. (tk/ant)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close