Danamon Bukukan Laba Bersih Rp 2 Triliun
Senin, 23 Juli 2012 | 15:58
Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA JAKARTA - PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) mencatatkan laba bersih konsolidasi setelah pajak senilai Rp 2 triliun pada semester pertama 2012. Angka itu tumbuh 36 persen dari Rp 1,473 triliun pada periode sama tahun sebelumnya.
"Di tengah perekonomian domestik yang relatif stabil, kami mampu menghasilkan pertumbuhan yang kuat di semua segmen bisnis kami pada semester pertama tahun ini," kata Presiden Direktur Danamon Henry Ho dalam siaran pers di Jakarta, Senin.
Hal itu, lanjut dia, menunjukkan kuatnya perekonomian Indonesia pada paruh pertama tahun ini, meskipun adanya tekanan dari ekonomi global.
Sampai akhir Juni 2012, jelas Henry, total kredit Danamon mencapai Rp 110 triliun, atau naik 19 persen dari Rp 93 triliun yang dicapai setahun yang lalu.
Ia menambahkan, pertumbuhan kredit yang positif itu didorong oleh pertumbuhan di segmen kredit mass market, yang mencakup kredit kepada nasabah wirausahawan kecil (self-employed mass market), kredit kepemilikan kendaraan bermotor, perabotan rumah tangga (durable goods), dan pembiayaan syariah beragunan emas.
"Kredit di segmen mass market ini tumbuh sebesar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp 64 triliun sampai dengan tanggal 30 Juni 2012, dan berkontribusi sebesar 58 persen kepada total portofolio kredit Danamon," kata dia.
Chief Financial Officer dan Direktur Danamon, Vera Eve Lim menambahkan, kredit dari segmen Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Komersil mencatat pertumbuhan sebesar 20 persen dibandingkan tahun lalu menjadi Rp 28 triliun, atau 25 persen dari total portofolio kredit Danamon.
"Unit perbankan mikro kami, Danamon Simpan Pinjam (DSP), secara aktif berkembang ke sektor yang berpotensi, seperti baru-baru ini meraih hasil yang menjanjikan pada sektor agribisnis," kata dia.
Sementara itu, lanjut dia, pembiayaan alat-alat berat yang disalurkan oleh unit bisnis ABF (Assets Based Financing) Danamon tumbuh sebesar 64 persen menjadi Rp 5,6 triliun.
Kemudian, kredit dari segmen korporasi tumbuh 13 persen menjadi Rp 13 triliun, dan trade finance Danamon naik 55 persen menjadi Rp 6,5 triliun. (tk/ant)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
PT Saratoga Fokuskan Bisnis pada Tiga Sektor Utama
Pemerintah Lelang Obligasi Rp9,35 Triliun
Rights Issue Bisa Tingkatkan Kinerja Emiten
Samudera Indonesia Bagikan Dividen Rp 145 Per Saham
PT Pos Perkuat Jasa Pengiriman Uang
IHSG Naik 19,24 Poin ke Posisi 5.207
Krakatau Steel tak Bagikan Dividen