Anak Usaha BSDE Jual Aset Rp209,44 Miliar
Selasa, 7 Agustus 2012 | 14:23
Bumi Serpong Damai. Ilustrasi. JAKARTA-PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) melalui anak usahanya, PT Sinar Mas Teladan (SMT), menjual aset berupa tanah, bangunan dan sarana pelengkap lainnya kepada PT Dian Sinar Pratama (DSP) senilai Rp209,44 miliar.
Direktur dan Corporate Secretary BSDE Hermawan Wijaya menjelaskan penjualan aset ini terletak di Jalan Ir. H. Juanda, Kebon Kelapa, Gambir, Jakarta Pusat, nomor 35-36 dengan luas tanah 2.548 m2 dan luas bangunan 1.852 m2, serta tanah, bangunan dan sarana pelengkap lain No.37-38 yang dijual memiliki luas tanah 6.972 m2 dan luas bangunan 9.039 m2.
"Antara DSP dan SMT terdapat hubungan afiliasi. Bentuk afiliasi adalah hubungan keluarga antara komisaris utama, komisaris beserta direktur SMT dengan komisaris utama serta komisaris DSP," katanya dalam keterbukaan informasi di Jakarta, Selasa (7/8).
Sementara itu, terkait kinerja konsolidasi, hingga semester I-2012, perseroan berhasil meraup laba bersih senilai Rp506,61 miliar atau tumbuh solid 31 persen di atas rata-rata industri.
Kinerja laba bersih ini tidak lepas dari kuatnya pertumbuhan pendapatan usaha yang meningkat 24 persen menjadi Rp1,60 triliun dibandingkan periode yang sama 2011 senilai Rp1,29 triliun.
Perseroan masih mengandalkan pendapatan pada segmen residensial, di mana segmen ini memberikan kontribusi pendapatan 46,52 persen atau setara Rp746 miliar terhadap keseluruhan pendapatan perseroan. Sedangkan segmen Lahan (land plots) tercatat sebagai kontributor ke dua terbesar dengan berkontribusi 24,86 persen.
Kuatnya pertumbuhan usaha dibarengi dengan kendali biaya penjualan, di mana rasio "Cost of Goods Sold" (COGS) berhasil tumbuh lebih rendah ketimbang pertumbuhan pendapatan.
Pada semester I-2012 COGS BSDE hanya tumbuh 21,6 persen dibandingkan pertumbuhan pendapatan yang mencapai 24,42 persen.
Analis eTrading Securities, Budhy S. M. Siallagan, mengatakan BSDE mencatatkan pertumbuhan yang spektakuler melewati semester I-2012.
"Ini terlihat dengan meningkatnya penjualan 24,4 persen dibanding semester tahun lalu, yaitu Rp1,6 triliun," tuturnya.
Kontribusi tertinggi berasal dari penjualan real estate senilai Rp1,26 triliun, yaitu naik 31 persen dari periode semester lalu.
"Tentunya dengan kontribusi yang besar dari real estate mendorong 'bottom line' BSDE, karena penjualan lini ini memberikan 'gross margin' yang relatif besar dibanding divisi yang lain, tercatat 'gross margin' semester I-2012 sebesar 62,8 persen," jelasnya.(ant/hrb)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
OJK Setujui Pengurahan Lot Saham di BEI
Sritex Tawarkan Saham IPO Rp230-Rp385 Per Saham
Setelah IPO Bisnis Perseroan Semakin Luas
IHSG Dibuka Naik Sementara Kurs Rupiah Melemah
BII Finance akan Terbitkan Obligasi Rp1,5 Triliun
Faktor Teknikal Dorong Indeks BEI Dibuka Menguat
Acset Tawarkan Saham Perdana Rp2.200-2.750
11:58pm | OJK Setujui Pengurahan Lot Sah...
setuju tu, mantap. investor ecek ecek(investor kali lima) kayak saya, jadi punya kesempatan beli saham bca, mandiri, dll