BPS TINGKATKAN PENGOLAHAN DATA
Suryamin Dilantik Jadi Kepala BPS
Selasa, 21 Februari 2012 | 15:28
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) yang baru, Suryamin (kanan) bersama Kepala BPS yang lama Rusman Heriawan usai pelantikannya di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Jakarta. FOTO : Dhoni Setiawan/ANTARA
JAKARTA – Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Armida S Alisjahbana melantik kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin menggantikan Rusman Heriawan yang sebelumnya ditunjuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyhono (SBY) menjadi Wakil Menteri Pertanian.
Suryamin sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Utama BPS. Beliau menjadi Pejabat Pelaksana Tugas (Plt). Selain itu, ikut dilantik dua pejabat BPS lainnya yaitu Sekretaris Utama BPS Eri Hastoto menggantikan Suryamin dan Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Suharyanto.
"Momen ini menjadi komitmen kita semua untuk menjaga kinerja dan aspek regenerasi di BPS. Kiranya kebijakan dan program yang selama ini sudah berjalan bisa ditingkatkan," kata Menteri PPN Armida di Gedung Bappenas, Jakarta, hari ini.
Acara pelantikan ini dihadiri sejumlah pejabat pemerintah seperti perwakilan dari Bank Indonesia (BI), Ketua Komisi XI DPR RI Emir Moeis dan sejumlah kepala lembaga pemerintah non kementerian (LPNK) lainnya.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) yang baru dilantik, Suryamin, mengatakan, salah satu tugas badan yang dipimpinnya saat ini adalah meningkatkan pengolahan data.
"Saat ini BPS sedang melakukan reformasi," kata Suryamin dalam konferensi pers usai pelantikannya sebagai Kepala BPS di kantor Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Jakarta, Selasa.
Menurut Suryamin, tugas utama BPS adalah memotret apa yang ada, kemudian mengolahnya menjadi data. Selanjutnya, data yang telah diolah tersebut bisa digunakan sebagai acuan untuk melakukan perbaikan.
Suryamin menyatakan, BPS merupakan lembaga pemerintah non-kementerian yang bersifat independen. Tetapi BPS menerima saran dari masyarakat luar, yakni Forum Masyarakat Statistik (FMS). "FMS dapat memberi masukan-masukan yang terkait dengan BPS," kata Suryamin.
Suryamin mengungkapkan ada tiga tugas penting BPS. Pertama, melakukan sensus penduduk, yang terakhir kali dilaksanakan pada 2010. Kedua, melakukan sensus pertanian. Ketiga, melakukan pendataan harga bahan pokok di pasaran.
"Terkait sensus pertanian, kami melaksanakannya sepuluh tahun sekali, tepatnya pada tahun-tahun yang berakhiran dengan angka tiga. Saat ini kami sedang mempersiapkan sensus pertanian untuk 2013 mendatang," kata Suryamin.
Rentang waktu pelaksanaan sensus pertanian memang cukup lama, lanjut Suryamin, karena memerlukan banyak tenaga dan biaya.
Suryamin resmi dilantik menjadi ketua BPS yang baru, menggantikan Rusman Heriawan, yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian. Pelantikan Suryamin dilakukan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Armida S Alisjahbana. (tk/ant)
Komentar Untuk Artikel Ini
wong mencle mencle kok dadi kepala iku loh.. koyok ga onok wong liyo ae