ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 19 Mei 2013
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook

Konsumsi Jadi Pendorong Pertumbuhan Ekonomi 2013
Jumat, 17 Agustus 2012 | 22:23

Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida S Alisjahbana (tengah) didampingi Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Prasetijono Widjojo dan Staf Khusus Menteri PPN Dedi M Masykur Riyadi, berbincang saat akan jumpa pers terkait kinerja pembangunan nasional 2011 di Kantor Kemeneg PPN/Bappenas, Jakarta, Selasa (3/1). Foto: dok. Investor Daily Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida S Alisjahbana (tengah) didampingi Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Prasetijono Widjojo dan Staf Khusus Menteri PPN Dedi M Masykur Riyadi, berbincang saat akan jumpa pers terkait kinerja pembangunan nasional 2011 di Kantor Kemeneg PPN/Bappenas, Jakarta, Selasa (3/1). Foto: dok. Investor Daily

JAKARTA - Konsumsi masyarakat yang ditargetkan tumbuh 4,9 persen masih akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi 2013 yang ditargetkan mencapai 6,8 persen.

"Kita mengasumsikan bahwa konsumsi masyarakat bisa kita maintenance (jaga) pertumbuhannya, sekarang sudah pada pertumbuhan 4,9 persen, kita cukup confidence," kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida S Alisjahbana di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, konsumsi masyarakat tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dengan asumsi bahwa penyerapan anggaran pemerintah juga bisa lebih baik dari tahun 2012.

"Terutama setelah revisi Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, sehingga kita harapkan pertumbuhan konsumsi pemerintah yang lebih baik," ujar Armida.

Selain itu, dari sektor investasi, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) ditargetkan tumbuh sebesar 11,9 persen, mengingat pada 2012 PMTB tumbuh 12 persen.

"Dengan catatan investasi untuk penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri bisa mencapai target seperti triwulan I dan II 2012, tapi juga ada investasi BUMN, investasi pemerintah ini juga kita upayakan meningkat di APBN," kata Armida.

Pemerintah juga mengupayakan investasi masyarakat yang non fasilitas karena paling besar kontribusinya untuk pertumbuhan ekonomi.

"Nah untuk ekspor, memang ada asumsi bisa kita capai, tentu dengan gambaran bahwa ekspor itu membaik dibandingkan dengan triwulan II 2012 karena kita perhitungkan sekitar 11,7 persen di 2013," ujar Armida. (tk/ant)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close