ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL WAWANCARA COSMOPOLITAN
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 18 Mei 2012
Pencarian Arsip

Kaltim Raih Rencana Investasi Rp 60 Triliun
Rabu, 22 Februari 2012 | 18:36

Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (tiga dari kiri) didampingi (kiri ke kanan) Wali Kota Bontang Adi Dharma, Direktur PT KNI Chrisna Deva, Ketua DPRD Bontang Nani Moerneani, dan Direktur Utama PT KNI Antung Pandoyo meninjau pabrik amonium nitrat PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI) di Bontang, Kalimantan Timur, Rabu (25/1).  Foto: Investor Daily/ ANTARA/HO/Hanny/pd/12 Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (tiga dari kiri) didampingi (kiri ke kanan) Wali Kota Bontang Adi Dharma, Direktur PT KNI Chrisna Deva, Ketua DPRD Bontang Nani Moerneani, dan Direktur Utama PT KNI Antung Pandoyo meninjau pabrik amonium nitrat PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI) di Bontang, Kalimantan Timur, Rabu (25/1). Foto: Investor Daily/ ANTARA/HO/Hanny/pd/12

SAMARINDA - Kalimantan Timur sampai pertengahan Februari 2012 meraih rencana investasi Rp 60 triliun, antara lain dari pembangunan rel kereta api angkutan khusus batubara (RKA2KB) tahap I.

"Investasi yang bakal masuk itu antara lain untuk RKA2KB tahap I," tutur Kepala Badan Perizinan dan Penanaman Modal Daerah (BPPMD) Kaltim, HM Yadi Sabianoor di Samarinda, Rabu.

Pembangunan RKA2KB tahap I dimulai dari Kabupaten Kutai Barat hingga Kota Balikpapan sepanjang 160 kilometer.

Sedangkan nilai investasinya yang ditanamkan oleh investor asal Rusia dengan perusahaan bernama PT Kalimantan Rail itu, senilai 1,8 miliar Dolar Amerika (US$), atau setara dengan Rp16 triliun.

Investasi lainnya adalah untuk pembangunan tangki penampungan bahan baku milik Pertamina di Lawelawe Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Nilai yang ditanamkan untuk pembangunan ini sebesar US$ 450 juta atau setara Rp 4 triliun, kemudian pembangunan pabrik amonium nitrat (bahan peledak) di Bontang dengan nilai investasi Rp 4 triliun.

Selanjutnya adalah pembangunan kawasan tanaman pangan atau food estate dan rice estate tahap pertama seluas 100 ribu hektare. Lahan seluas itu akan dikerjakan oleh BUMN dengan investasi Rp 9 triliun.

Ada pula pembangunan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang akan dilakukan oleh PT Djarum Group di Kutai Barat, Kutai Timur, Berau, dan Bulungan dengan total senilai Rp 23 triliun.

Pembangunan pabrik amonium nitrat di Bontang, jika perusahaan itu sudah beroperasi, akan dibutuhkan tenaga kerja sebanyak 2.600 orang. Tenaga kerja tersebut sebagin besar akan direkrut dari pekerja lokal.

Dari adanya data tersebut, Yadi optimistis realisasinya hingga akhir Desember bisa melampaui target investasi 2012 yang sebesar Rp 30 triliun. Pasalnya sejumlah kegiatan itu segera dimulai paling tidak pada pertengahan 2012.

Selain itu, lanjutnya, sebagian di antara rencana investasi itu ada yang sedang berjalan dan sudah hampir selesai, termasuk ada proyek yang akan diresmikan.

Dia juga optimis realisasi investasi 2012 dapat melebihi 2011 yang sebesar Rp 28,32 triliun. Saat itu hanya ditargetkan Rp 20 triliun, namun realisasinya melebihi dari target. (tk/ant)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Close