ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 16 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Indonesia Jalin Kemitraan Investasi dengan 6 Negara
Jumat, 4 November 2011 | 19:03

Indonesia dan Tiongkok menjalin kemitraan strategis di bidang ekonomi berupa persetujuan peningkatan jumlah penerbangan pesawat Garuda rute Jakarta-Guangzhou-Jakarta dari empat kali menjadi tujuh kali seminggu. Selain itu, peningkatan kapasitas pesawat Garuda rute Jakarta-Beijing-Jakarta dari tipe Boeing 737 menjadi Airbus A300. (tk/ant)
Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA 
Indonesia dan Tiongkok menjalin kemitraan strategis di bidang ekonomi berupa persetujuan peningkatan jumlah penerbangan pesawat Garuda rute Jakarta-Guangzhou-Jakarta dari empat kali menjadi tujuh kali seminggu. Selain itu, peningkatan kapasitas pesawat Garuda rute Jakarta-Beijing-Jakarta dari tipe Boeing 737 menjadi Airbus A300. (tk/ant) Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

MATARAM - Pemerintah Indonesia menjalin kemitraan di sektor investasi strategis dengan enam negara yang didukung perjanjian kerja sama, yakni dengan Jepang, Tiongkok, India, Amerika Serikat, Korea, dan Australia.

Kepala Pusat Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Siswo Pramono, mengemukakan hal itu ketika menyajikan materi tentang kebijakan pengembangan global partnership, pada sosialisasi dan konsultasi teknis pengembangan kerja sama peningkatan investasi, pariwisata dan perdagangan, di Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat.

Sosialisasi dan konsultasi teknis yang akan berlangsung 4-5 November 2011 itu diselenggarakan Kementerian Bidang Perekonomian, yang melibatkan pejabat kementerian terkait, pimpinan lembaga perbankan nasional, dan pimpinan instansi teknis terkait di wilayah NTB.

Pada kesempatan itu, Siswo hanya menjelaskan implementasi jalinan kemitraan strategis dengan tiga negara di Asia yakni Tiongkok, Jepang dan India, yang dianggap menonjol di antara keenam negara mitra investasi strategis itu.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Jepang merupakan investor terbesar di Indonesia dalam kurun waktu 1990-2009, dengan nilai investasi sebesar 21,461 miliar dolar AS yang diimplementasikan melalui 1.884 unit proyek.

Bentuk kerja sama Indonesia dan Jepang yang sedang diimplementasi yakni Indonesia-Japan Economic Partnership Agrement (IJEPA) dan Indonesia-Japan Joint Economic Forum (IJJEF).

IJEPA menyangkut kerja sama di bidang peningkatan kapasitas industri, fasilitas perdagangan dan investasi, serta liberalisasi yang menghapus sebagian besar tarif bea masuk ke kedua negara.

Sedangkan IJJEF berkaitan dengan promosi investasi Jepang di Indonesia, kerja sama energi dan sumber daya mineral dan pengkajian kerja sama IJEPA.

Sementara itu, kemitraan strategis Indonesia dan Tiongkok, menurut Siswo, di bidang ekonomi berupa persetujuan pembukaan Bank Mandiri di Shanghai dan peningkatan jumlah penerbangan pesawat Garuda rute Jakarta-Guangzhou-Jakarta dari empat kali menjadi tujuh kali seminggu.

Bentuk kerja sama lainnya yakni peningkatan kapasitas pesawat Garuda rute Jakarta-Beijing-Jakarta dari tipe Boeing 737 menjadi Airbus A300. (tk/ant)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close