ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL WAWANCARA COSMOPOLITAN
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 18 Mei 2012
Pencarian Arsip

BNP2TKI: Perguruan Tinggi Harus Peduli terhadap TKI
Rabu, 22 Februari 2012 | 23:19

JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat mengatakan, perguruan tinggi terbukti dapat mewujudkan kepedulian terhadap TKI sebagai upaya dan tanggung jawab terdepan dalam pengabdian masyarakat.

"Masyarakat intelektual di lingkungan perguruan tinggi tidak boleh diam melihat nasib bangsa terkait sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat khususnya TKI, sehingga harus mengambil bagian melalui program-program pemberdayaan maupun sisi lain yang dibutuhkan oleh calon TKI, TKI, mantan TKI, serta keluarga TKI," kata Jumhur dalam surat elektronik yang diterima di Jakarta, Rabu.

Pernyataan Kepala BNP2TKI itu disampaikan saat memberi kuliah umum bertajuk "Permasalahan TKI dan Keterkaitannya dengan Dunia Ketenagakerjaan di Indonesia" di depan civitas akademika Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan (Unpas) Bandung sekaligus peresmian dan peluncuran lembaga kajian buruh migran FISIP UNPAS bernama "Pasundan International Migrant Workers Studies (PIMS)".

Menurut Jumhur, komitmen pengabdian masyarakat yang terdapat di masyarakat kampus perlu menyentuh akar persoalan TKI, karena elemen perguruan tinggi berkewajiban memberi kontribusi atas berbagai penyelesaian masalah sosial kemasyarakatan, di antaranya dengan mengenali dan mencari solusi terhadap persoalan di sekitar TKI, baik dalam bentuk kajian dan penelitian, pelaksanaan advokasi, kegiatan pemberdayaan, ataupun membangun program tertentu yang relevan untuk ikut menangani penguatan harkat hidup (kemartabatan) TKI.

"BNP2TKI terbuka untuk bekerja sama dengan kampus dalam kaitan isu-isu TKI serta program memberdayakan para TKI dan keluarganya,” ujarnya.

Selain BNP2TKI, kata Jumhur, jaringan kelembagaan seperti perbankan, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan TKI swasta yaitu Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS) dapat dilibatkan guna membangun program-program yang layak bagi TKI.

Ia mendukung keberadaan PIMS karena bisa memberi manfaat untuk turut menciptakan kualitas kehidupan TKI. (ant/gor)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Close