BI: Inflasi Lebihi Target 5,5% Jika Harga BBM Naik
Kamis, 23 Februari 2012 | 13:23
Harga BBM bikin galau. Karikatur Investor Daily 1 Februari 2012 JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution mengatakan bahwa inflasi Indonesia 2012 dapat melebihi 5,5% bila harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dinaikkan lebih dari Rp1.000.
"Inflasi pasti ada tergantung berapa kenaikan harga BBM, kalau naik lebih dari Rp1.000 maka inflasi akan melampaui dari target inflasi BI di kisaran 5,5%," kata Darmin Nasution di sela-sela seminar "Indonesia Economic Policy in Challenging Global Economy" di Jakarta, Kamis.
Pada Rabu (22/2) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan dalam sidang kabinet bahwa opsi menaikkan harga BBM bersubsidi sudah dibicarakan dalam rapat terbatas sebelum sidang kabinet paripurna, mengingat perkembangan situasi internasional yang mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia.
Presiden mengatakan, menimbang situasi yang berkembang maka konstruksi kebijakan jangka menengah dan panjang akan melakukan konversi BBM ke BBG, tapi harga BBM mau tidak mau harus disesuaikan dengan kenaikan yang tepat dan mempertimbangkan inflasi.
Berdasarkan UU No 22 tahun 2011 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, per 1 April 2012 dilakukan pembatasan BBM bersubsidi (premium) di Jawa dan Bali dan tidak ada opsi kenaikan harga di dalamnya.
"Kalau tidak dilakukan kenaikan harga, bukan hanya APBN yang mengalami kesulitan tapi neraca pembayaran juga mengalami kesulitan, karena sejak pertengahan tahun lalu neraca migas kita defisit, padahal sejak sekitar 50 tahun lalu ekspor migas kita lebih besar dari pada impor," ungkap Darmin.
Artinya, jelas dia, harga produk migas Indonesia berbeda jauh dengan harga internasional dan cara untuk mengatasi persoalan tersebut adalah dengan menaikkan lifting (produksi) migas atau mengurangi impor migas.
"Defisit neraca migas mendorong defisit neraca berjalan secara keseluruhan, jumlah defisit mungkin akan bertambah bila tidak direspon dengan tepat, salah satu respon yang dapat dilakukan adalah menaikkan harga BBM supaya orang mulai berhemat menggunakan BBM," jelas Darmin. (ant/gor)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!