ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 26 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Andy Rif Bawakan Lagu Batak Berirama Rock
Senin, 30 April 2012 | 8:04

BALIGE-Musisi Vicky Sianipar meminta penyanyi rock `Andy RIF` untuk menyanyikan sebuah lagu Batak saat pagelaran konser Surya 16 Tour di lapangan Karsitek Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Minggu malam (29/4).

"Malam ini kita paksa rocker Andy RIF untuk melantunkan lagu Tapanuli, meskipun yang bersangkutan bukan berasal dari etnis Batak," kata Vicky di Balige, Minggu.

Walaupun bukan berasal dari etnis Batak, akhirnya Andy melantunkan lagu berjudul `Sinanggar Tullo` yang dikemas dalam irama musik rock, hingga mengundang decak kagum dan membuat gemuruh ribuan pengunjung konser yang tetap bertahan meski sempat diguyur hujan.

Lagu berjudul Sinanggar Tullo hasil arasemen Vicky itu, dilantunkannya dengan sangat bagus, dipadu dengan nada-nada yang dihasilkan dari berbagai alat musik Batak, seperti gondang Taganing, sulim serta peralatan lainnya.

Andy yang mengaku senang menyanyikan tembang-tembang Batak tersebut berpesan kepada para penonton, agar tetap menjaga kelestarian lingkungan, dengan lebih banyak menanam pepohonan agar ekosistem danau Toba yang menjadi kebanggaan tersebut dapat senantiasa terpelihara.

"Saya meminta para remaja agar menanam bunga-bunga an, serta memelihara kelestarian lingkungan, agar keseimbangan alam di Danau Toba tetap terjaga," sebut Andy.

Dalam penampilannya malam itu, Vicky Sianipar berkolaborasi dengan beberapa musisi berdarah Batak, di antaranya Korem Sihombing dan penyanyi rock Dewi Marpaung serta sejumlah personil Band yang diboyongnya dari Jakarta untuk mengisi konser tour yang disponsori Surya 16 tersebut.

Sebelum Vicky mengiringi para penyanyi tersebut melantunkan lagunya, dia menyampaikan pengalaman masa lalunya, yang merasa malu memperlihatkan identitasnya sebagai orang Batak.

Tapi, kata dia, sekarang dia merasa sangat bangga menjadi suku Batak, karena kekayaan budaya dan adat istiadatnya, bahkan dengan kemampuan bermusiknya, dia mengusung lagu-lagu tradisional Batak, yang kemudian diarensemennya dengan gaya kontemporer, namun tetap enak dinikmati.

Dulu, lanjut Vicky, dia sempat dituding telah mencabik-cabik warna musik Batak, karena memasukkan berbagai eksperimen yang dianggap merusak irama musik tradisional tersebut.

Tapi, dengan kepiawaiannya mengolah dan mengaransemen berbagai tembang yang digarapnya dalam album Toba Dream I, II dan III, kehadirannya bisa diterima di blantika musik Batak, terutama kalangan generasi muda.

"Saya ingin menggugah semangat orang muda Batak, agar lebih mencintai budayanya, terutama yang tinggal di perkotaan," sebutnya.  (ant/hrb)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!