ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 24 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Berhenti Kerja Adalah AKIBAT, Bukan SEBAB
, |

Anda mungkin sering mendengar peristiwa tentang seseorang yang sudah sekian tahun membina karier profesionalnya tiba-tiba mengajukan surat pengunduran diri dari tempatnya bekerja selama ini untuk segera banting setir menjadi seorang pengusaha. Suatu tindakan yang patut diacungi jempol karena keberaniannya mengambil risiko. Namun, tak jarang juga kita mendengar bahwa banyak dari mereka yang mengajukan pensiun dini tersebut hanya dalam selang waktu beberapa bulan kemudian terpaksa harus mencari kerja lagi demi menyambung hidup, akibat gagalnya bisnis atau tabungan yang semakin menipis.

Fenomena maraknya pensiun dini ini sebenarnya merupakan fenomena positif, terutama ditinjau dari sisi keberanian seseorang untuk lepas dari zona nyaman karyawan menjadi pebisnis. Bandingkan dengan, katakanlah, 10 tahun yang lalu. Saat itu,  seseorang yang memutuskan untuk berhenti kerja dan beralih menjadi pebisnis masih merupakan pemandangan yang langka, sehingga orang-orang tersebut kerap disebut nekat. Meskipun tindakan pensiun dini adalah sebuah tindakan berani yang patut diberi apresiasi tinggi, toh rasanya terlalu membuang umur dan waktu jika tindakan heroik (baca: resign dari kantor) ini hanya berujung pada keterpaksaan (baca: mau tidak mau, suka atau tidak suka, tidak ada pilihan lain) untuk mencari kerja lagi. Kembali ke titik nol, mungkin bisa dibilang begitu.

Inilah salah satu alasan mengapa tulisan ini berada di depan pembaca yang budiman.

Salah satu penyebab utama kejadian di atas adalah proses pensiun dini itu secara tidak disadari telah dijadikan SEBAB. Dengan kata lain dalam benak kita tertanam dengan kuat bahwa apabila kita berhenti kerja dan kemudian sepenuhnya berbisnis, kita pasti akan bisa sukses karena bisa sepenuhnya mengelola bisnis tanpa terganggu pekerjaan.

Jadi berhenti kerja itu adalah SEBAB dari sukses dalam berbisnis, sesuai dengan pesan dari banyak motivator bisnis yang saat ini begitu menjamur. Padahal, bukan hanya berhenti kerja yang membuat seseorang sukses dalam berbisnis. Untuk dapat sukses perlu skill, network, knowledge, serta dukungan penuh keluarga.

Bayangkan, bila seseorang profesional yang sudah sekian belas tahun bekerja dengan lingkup pekerjaan yang spesifik, lantas tiba-tiba harus mengurus pernak-pernik bisnisnya dari A sampai Z. Mulai dari urusan pemasaran, keuangan, operasional, personalia, bahkan gudang.

Dibutuhkan kesungguhan dan kemampuan beradaptasi yang tinggi untuk bisa masuk dalam dunia yang baru ini. Bisa ditakar kira-kira seberapa besar tingkat rIsikonya jika perubahan dari dunia kerja ke dunia bisnis tidak dipersiapkan secara matang. Belum lagi kekagetan keluarga akibat hilangnya pendapatan tetap yang biasa diandalkan setiap bulan.

Sebagai seorang profesional yang sudah terbiasa bergelut dengan berbagai aspek manajerial, sesungguhnya masa peralihan dari karyawan menjadi pengusaha merupakan suatu rangkaian proses yang sangat bisa untuk dikelola. Manakala seluruh proses berhasil dikelola dengan baik, maka sesungguhnya keputusan untuk berhenti kerja hanyalah sebuah AKIBAT yang otomatis terjadi dari rangkaian SEBAB yang telah kita lalui.

Jika berhenti kerja hanyalah sebuah AKIBAT, apakah yang menjadi SEBAB-nya? Yang dimaksud SEBAB dari tindakan berhenti kerja adalah segala sebab teknis maupun sebab nonteknis yang perlu kita persiapkan agar proses pensiun kita dari dunia kerja berbuah yang manis bagi kehidupan kita dan keluarga.

Dalam buku yang saya tulis, Quantum Resign | Formula Aman Berhenti Kerja  Jadi Pengusaha, sebab-sebab yang bersifat nonteknis saya sebut dengan istilah Quantum Transformation, sedangkan sebab-sebab yang bersifat teknis saya rangkum dalam suatu konsep yang bernama Income Pentagon.

Quantum Tranformation adalah segala hal yang berkaitan dengan manajemen diri dan lingkungan sekitar kita agar beratmosfer kondusif bagi proses pensiun yang akan kita lalui. Adapun Income Pentagon adalah strategi kombinasi bisnis dan investasi yang perlu dilakukan agar income streaming yang kita peroleh bisa paling tidak menyamai gaji kita di kantor, bahkan sedapat mungkin pasive income, sehingga proses peralihan dari dunia karyawan ke dunia bisnis menjadi jauh lebih mulus dan aman.

Bottom line-nya adalah, jika diri dan lingkungan telah siap sepenuhnya menghadapi perubahan yang pasti akan dialami dalam proses peralihan dari karyawan menjadi pengusaha, dan jika pendapatan dari bisnis ataupun investasi telah mampu menyaingi gaji yang selama ini diperoleh, maka keputusan untuk PENSIUN DINI atau BERHENTI KERJA dari perusahaan tempat kita bekerja saat ini adalah sebuah AKIBAT saja. 

Bagaimanapun, keputusan untuk berhenti kerja adalah 100% pilihan Anda. Masalahnya, sudahkah Anda mempersiapkan SEBAB-SEBAB-nya?
  
Sonny B Sofjan
Penulis Buku Quantum Resign | Formula Aman Berhenti Kerja Jadi Pengusaha
www.quantumresign.com


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Data tidak tersedia.
Close