Beli Emas Lebih Baik daripada Asuransi Pendidikan
Senin, 7 Februari 2011 | 14:50
Dulu, saya sering berpikir tentang pengalokasian sebagian dana pribadi untuk membeli produk-produk asuransi pendidikan. Dengan harapan, suatu saat bisa memanfaatkan dana dari produk asuransi itu untuk memenuhi semua kebutuhan biaya pendidikan anak.
Namun, saat itu saya lupa akan adanya inflasi yang selalu melekat pada uang. Jadi, walaupun saat ini produk asuransi itu bernilai besar, pada saat dana itu cair –katakanlah 10 tahun dari sekarang—, tetap saja nilainya sudah tidak cukup untuk menutupi seluruh biaya pendidikan 10 tahun dari sekarang. Artinya, kita tetap harus menyediakan sejumlah uang untuk menutupi kekurangannya pada saat itu.
Bisa saja kita tetap mengandalkan asuransi pendidikan yang nilainya sangat besar ketika jatuh tempo sehingga memenuhi kebutuhan pendidikan 10 tahun mendatang. Namun, konsekuensi logisnya, bisa dibayangkan juga berapa premi yang harus kita bayar.
Banyak dari kita baru sadar atas keputusan investasi yang dilakukan orang tua kita memang sudah benar. Dengan kesederhanaan pola pikir, mereka menyisihkan sebagian dari pendapatan dan mengkonversikannya dalam bentuk emas.
Emas tersebut mereka simpan dalam jangka waktu yang panjang (puluhan tahun) dan akan diubah lagi ke dalam bentuk uang pada saat diperlukan, misalnya untuk dana sekolah, membeli properti, maupun kebutuhan hidup di masa tua.
Dalam deret hitung waktu penyimpanan, volume emas tidak bertambah, tetapi secara nilai terhadap uang, nilainya terus meningkat. Di sinilah para orang tua memanfaatkan emas, yang akibat persediaannya di alam terbatas, maka nilainya terus meningkat bila dibandingkan dengan nilai uang yang kita pegang.
Kalau kita terjemahkan dalam bahasa saat ini, emas bisa menjadi inflation shield bagi uang kita yang nilainya terus menurun akibat tergerus inflasi. Dengan emas, kita bisa mengamankan nilai uang dari kemungkinan tergerus inflasi karena sifat emas yang nilainya terus meningkat terhadap uang mengikuti harga di pasaran.
Jadi, bagi investor pemula, alokasikanlah sebagian pendapatan Anda ke dalam bentuk emas dan lakukan secara konsisten. Dengan demikian, pada saat anak Anda membutuhkan dana untuk pendidikan, emas yang Anda kumpulkan sedikit demi sedikit itu sudah bisa dicairkan ke dalam bentuk uang sesuai dengan nilai pasar saat dicairkan. Besar kemungkinan, nilai uang itu setara dengan nilai uang saat Anda membeli emas beberapa tahun yang lalu.
Jadi, daripada kita membeli asuransi pendidikan yang tidak kebal inflasi, lebih baik kita convert dana itu ke emas dan simpanlah untuk dicairkan apabila dibutuhkan di masa depan seperti untuk biaya pendidikan anak.
Oh ya, produk emas yang saya bicarakan dalam konteks ini adalah emas batang bersertifikat, bukan emas perhiasan. Pembelian emas seperti ini bisa dilakukan di Aneka Tambang, Divisi Logam Mulia di depan kompleks Industri Pulogadung.
Selamat berinvestasi emas. Lain waktu saya akan sharing tentang bagaimana bisa membeli emas tanpa UANG.
Sonny B Sofjan
Penulis Buku Quantum Resign | Formula Aman Berhenti Kerja Jadi Pengusaha
www.quantumresign.com
Komentar Untuk Artikel Ini
asuransi tetap lebih baik
Intinya.... kita sebagai agen asuransi harus dan wajib memberikan pengarahan sebaik mungkin tentang manfaat asuransi...
karena kita berfikir untuk masa depan dan mempunyai ketenangan dan kenyamanan...
Asuransi baru Emas, Mobil,Rumah dsb,...
Salam Sukses
Bapak Sonny Sofjan yang terhormat.
Pak, dana asuransi pendidikan bukannya kurang ampuh dalam mengcover kebutuhan sekolah anak-anak Bapak, tapi Agen asuransi Bapak yang salah memperhitungkan proyeksi nilai Future Value dari kebutuhan anak Bapak.
Dengan ekonomi teknik sederhana, seharusnya agen asuransi Bapak jeli untuk memperhitungkan proyeksi yang tepat. Misalnya anak Bapak berusia 3 tahun waktu Bapak ambil asuransi pendidikan. Harusnya agen anda menghitung: Berapa nilai Future Value masuk SD 3 tahun mendatang (usia 6 tahun)? Berapa nilai masuk SMP 9 tahun mendatang (usia 12)? Berapa nilai masuk SMA 12 tahun mendatang (usia 15 tahun)? Berapa nilai masuk Kuliah 15 tahun mendatang (usia 18 tahun)?
Rangkaian nilai Future Value ini kemudian digabungkan (diakumulasi) baru disebar merata ke biaya premi bulanan. Ini lah seharusnya yang dilakukan agen asuransi Bapak.
Jadi disini masalahnya bukan pada ketidakampuhan asuransi pendidikannya, tapi kesalahan atau ketidakjelian agen asuransi Bapak dalam merencanakan proyek keuangan Bapak untuk biaya pendidikan anak. Terima kasih.
wah mungkin bapak kurang mengerti manfaat apa saja yang didapat ketika membeli polis asuransi. memang benar nilai emas akan selalu bertambah tapi apakah ada jaminan bisa mengcover apabila terjadi resiko misal kecelakaan atau sakit kritis. yang ada malah emas yang disimpan tersebut kemungkinan bisa terjual habis.sedangkan segala resiko atas diri kita tidak ada satu orang pun yang tahu kapan dan dimana terjadinya.
Setujuh sama ibu Tesha.. klu punya emas saja,ketika kepala keluarga pindah dunia maka untuk kelanjutan hidup anggotakan butuh biaya..jadi klu punya asuransi minimal anggota keluarganya dapat uang santunan.
Saya sangat setuju dengan investasi emas sebagai ganti dari investasi di Asuransi Pendidikan. Ada baiknya hasil dari kerja keras kita langsung kita convert dalam bentuk barang, dan barang yg paling menguntungkan selama ini adalah emas.
Asal kita selalu ingat aja dengan kewajiban membayar zakat emas, seperti kewajiban kita membayar premi asuransi. Semakin besar investasi emas kita, akan semakin besar zakat yg kita bayarkan.
pelajaran ini sudah ada dari leluhur kita dulu, dan sejarah adalah legenda yaitu sebuah peristiwa yg pernah terjadi di jaman dulu. Orang tua atau leluhur kita selalu beli emas juga, bayar zakat dan sedekah juga. Anggaplah kita mencegah musibah dan malapetaka dengan sedekah. Daripada kita mengharapkan manfaat seperti yg dijanjikan asuransi di kala kita sakit, lebih baik kita membayar zakat dan sedekah rutin tiap bulan untuk mengharapkan diri kita sehat selalu. Agar bisa merasakan manfaat tabungan emas dan investasi kita yg lain.
Tidak semua orang punya dana besar u/ bisa membeli emas batangan pak.... Sekarang ini sudah banyak asuransi unit link, itu jauh lebih bermanfaat. Asuransi plus investasi...
untuk melindungi diri dengan asuransi sangatlah logis pak, mengingat ketidak pastian dengan apa yang akan terjadi dengan masa depan kita nanti, namun kita juga harus berpikiran cerdas untuk tetap berinvestasi. saya melindungi keluarga dengan asuransi jiwan dan kesehatan, namun untuk asuransi biaya pendidikan saya lakukan dengan menabung emas(logam mulia). betul seperti bapak sonny katakan bahwa nilainya sudah tidak cukup untuk menutupi seluruh biaya pendidikan 10 tahun dari sekarang mengingat inflasi yang terjadi minimal 10% setiap tahunnya. dengan pergerakan harga emas minimal di 20% pertahun saya jadi lebih nyaman dengan menabung emas untuk perencanaan keuangan biaya pendidikan berbasis emas. bisa cek link ini www.gmiclub.com/?member/00455
bedalah pak, jangan samain emas sama asuransi pendidikan, jelas asuransi pendidikan lebih untung kok
waduh pak..koq emas sama asuransi pendidikan..kalo harga emas nya belom naek saya keburu meninggal dan anak saya harus sekolah gimana? tunggu harga emas naek dulu?
ah si bapak..emas+asuransi=mantabs. Anak masuk sekolah gak perlu jual emas..sudah terbukti..hehehe.
btw. nice info. ditunggu sharing "membeli emas tanpa uang" nya
Saya ibu RT yg memiliki 2 orang putra,setelah sy membaca tulisan ini sy malah tidak stuju, krn yg namanya hidup ini risiko kematian itu sudah pasti pak, jd yg namanya asuransi itu SANGAT PENTING! Sy sdh mendaftarkan kedua anak sy asuransi yg sdh mengcover seluruh kebutuhan yg sy inginkan, cover jiwa,kesehatan rawat inap+rawat jalan, penyakit kritis, dan santunan oleh perusahaan asuransi jika sewaktu2 hal yg tidak diinginkan terjadi pd saya dan atau suami sy, anak2 sy stop membayar premi dan justru disantuni/premi dibayar oleh pers asuransi hingga usia anak sy 30 thn. Kalau sy hanya membeli emas, apakah yg terjadi jika anak sy sakit, atau apakah yg terjadi dgn emas itu jika ada apa2 dgn saya dan suami? sy rasa sdh tak sanggup lagi membeli emas utk sekolah anak saya bukan? Jadi tolong edukasi memanage uang kepada masyarakat dgn baik pak, saya justru ingin smua orang di Indonesia ini seperti di LN yg sudah sadar asuransi, jd ga ada lg anak yg jadi korban krn ortunya tidak menyisihkan penghasilannya dgn membeli polis asuransi. Saya memberikan saran, apabila kebutuhan asuransi utk seluruh anggota RT sdh terpenuhi, barulah investasi di reksadana, saham, usaha lainnya..trimakasih
Memang emas bagus pak untuk investasi, tapi di tengah perjalanan yang namanya resiko pasti tetap ada seperti kecelakaan atau terjadi tindakan perawatan di rumah sakit. Tetap aza kita otomatis menjual emas untuk biaya yang tak terduga. Jadi yang nama asuransi pendidikan juga penting, karena selain kita merencanakan tabungan pendidikan kita juga merencanakan proteksi untuk biaya kesehatan.
Salam Pak Sonny, saya cuma mau tanya, bagaimana kalau situasi nya seperti tahun 1980an, sewaktu harga emas jatuh ke level terendah? Apabila ada orang yang membeli emas waktu harga peak nya (kalau tidak salah sekitar $600an per ounce), maka disesuaikan tingkat inflasi sekarang harga nya masih $2200an. tentu ini sangat merugikan dan tidak menjadi inflation shield bagi investor.
trims ya pak.
Salam BaPak Sonny Sofjan,saya mau tanya.dalam kondisi skrng ini masi berpeluang beli emas?karna harga sudah melambung cukup tinggi.
dan juga apa berarti Life Asuransi itu tidak perlu?