ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 24 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

UE JANJIKAN BANTUAN 11 M EURO

Ukraina Tak Mau Berperang Melawan Rusia
Oleh Happy Amanda Amalia | Kamis, 6 Maret 2014 | 7:12

Tentara Ukraina berbicara dengan putrinya saat berjaga di markas brigade militer Sevastopol, Senin (3/3) waktu setempat. Pasukan Rusia sebelumnya memberi ultimatum kepada pasukan Ukraina untuk menyerahkan posisi di Crimea atau akan diserang. Tapi hingga tengah malam berlalu, ultimatum serangan itu tidak menjadi kenyataan. Investor Daily/AFP PHOTO/FILIPPO MONTEFORTE Tentara Ukraina berbicara dengan putrinya saat berjaga di markas brigade militer Sevastopol, Senin (3/3) waktu setempat. Pasukan Rusia sebelumnya memberi ultimatum kepada pasukan Ukraina untuk menyerahkan posisi di Crimea atau akan diserang. Tapi hingga tengah malam berlalu, ultimatum serangan itu tidak menjadi kenyataan. Investor Daily/AFP PHOTO/FILIPPO MONTEFORTE

PARIS – Pemerintahan sementara Ukraina menepis konflik frontal dengan Rusia menjelang perundingan krusial mengenai krisis Crimea di Paris, Prancis. Ukraina menegaskan, pihaknya menginginkan solusi damai dan tidak mau berperang melawan Rusia.

“Kami ingin menjaga dialog yang baik dan hubungan baik dengan rakyat Rusia. Kami ingin menyelesaikan masalah ini secara damai. Kami tidak mau berperang melawan Rusia,” ujar Menteri Luar Negeri (Menlu) interim Ukraina Andriy Deshchytsya.

Ia mengatakan itu kepada para wartawan, usai bertemu Menlu Prancis Laurent Fabius di Paris. Fabis menambahkan, posisi Prancis, Jerman maupun negaranegara lain, sangat jelas yaitu untuk mendorong dialog. “Kami tidak akan menyatakan perang terhadap Rusia, tapi apa yang mereka lakukan keterlaluan. Itu adalah bentuk invasi satu negara terhadap negara lain,” kata Fabius.

Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya menyangkal sudah menginvasi Ukraina. Apa yang dilakukan pasukan Rusia di Crimea, kata dia, untuk melindungi warga Rusia di sana. Semenanjung Crimea adalah wilayah Ukraina yang mayoritas penduduknya berbahasa Rusia. Wilayah ini sejak abad 18 sudah menjadi salah satu basis militer Rusia.

Baca selengkapnya di Investor Daily versi cetak di http://www.investor.co.id/pages/investordailyku/paidsubscription.php


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!