PRESIDEN SBY DI KTT RIO+20:
Sustainability Development Menjiwai Semua Perencanaan
Laporan Primus Dorimulu dari Rio de Janeiro, Brasil | Jumat, 22 Juni 2012 | 10:31
Presiden Yudhoyono (kanan) bersama (dari kiri ke kanan) Presiden Brasil Dilma Rousseff, Sekjen PBB Ban Ki-moon, dan Raja Swedia Carl Gustaf foto bersama para pemimpin negara di sela Konferensi PBB tentang Pembangunan Berkelanjutan, KTT Rio+20 di Rio de Janeiro, Brasil, Rabu (20/6). Presiden SBY menyampaikan pidato pada diskusi panel bertajuk Moving Towards Sustainability: Together We Must Create The Future We Can. Diskusi panel tersebut merupakan agenda sisipan pada KTT Rio+20. Presiden mengingatkan pentingnya pembangunan berkelanjutan dengan ekuitas. Foto: Investor Daily/AFP/Evaristo SA RIO DE JANEIRO – Konsep Sustainability Development with Equity menjadi pegangan Indonesia dan menjiwai semua perencanaan pembangunan. “Konsep ini merasuk hati kami karena kami serius menjaga pembangunan berkelanjutan, memangkas angka kemiskinan, dan mengangkat kesejahteraan seluruh rakyat,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada KTT Rio+20, Kamis (21/6).
Presiden SBY menjadi pembicara ke-13 di KTT Rio+20. Pidato disampaikan padat dalam tempo tujuh menit. Semua kepala negara yang berjumlah 115 menyampaikan pidato dalam durasi yang sama. KTT Rio+20 berlangsung dua hari dan berakhir hari ini.
Sebelumnya, 16-19 Juni, tim ahli dari 192 negara berdiskusi dan menghasilkan dokumen The Future We Need dengan menekankan green economy. Sehari sebelumnya, pada pidato berjudul Moving Towards Sustainability: Together We Must Create The Future We Want di Riocentro Convention Center, Rio de Janeiro, Rabu (20/6), SBY menegaskan, untuk mewujudkan dunia yang lebih adil, menurunkan angka kemiskinan, dan menjaga keberlanjutan pembangunan, dunia harus mengubah gaya hidup yang terlalu konsumtif dan menghentikan eksploitasi lingkungan yang tidak bertanggung jawab.
“Saatnya dunia beralih dari greed economy ke green economy,” kata SBY pada diskusi yang antara lain menampilkan PM Norwegia Jens Stoltenberg sebagai panelis.
Dalam keterangan awalnya, Rabu (20/6) di Rio de Janeiro, Presiden menjelaskan, pelibatan Indonesia dalam diskusi kunci tentang pembangunan berkelanjutan tidak datang sertamerta, melainkan karena kemajuan riil yang sudah dicapai dalam pembangunan berkelanjutan dan penurunan angka kemiskinan.
Baca selengkapnya di
Investor Daily versi cetak di http://www.investor.co.id/pages/investordailyku/paidsubscription.php
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!