ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 22 Mei 2013
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook

KONFLIK ANTARMASYARAKAT

Ribuan Warga di India Melarikan Diri
Sabtu, 18 Agustus 2012 | 22:49

Warga minoritas di kota Bangalore, timur laut India, menyemut di peron stasiun menunggu kereta api tujuan Guwahati pada Kamis (16/8). Mereka memilih pergi menyusul beredarnya rumor serangan balasan dari umat muslim, akibat serangan oleh kelompok penduduk asli yang menewaskan sekitar 75 orang dan membuat 400 ribu warga mengungsi. Foto: AFP PHOTO/Manjunath KIRAN Warga minoritas di kota Bangalore, timur laut India, menyemut di peron stasiun menunggu kereta api tujuan Guwahati pada Kamis (16/8). Mereka memilih pergi menyusul beredarnya rumor serangan balasan dari umat muslim, akibat serangan oleh kelompok penduduk asli yang menewaskan sekitar 75 orang dan membuat 400 ribu warga mengungsi. Foto: AFP PHOTO/Manjunath KIRAN

NEW DELHI – Ribuan warga di India terus melarikan diri dari Mumbai, Bangalore, dan kotakota lainnya pada Jumat (17/8). Mereka khawatir menjadi sasaran serangan balasan umat muslim, menyusul aksi kekerasan terhadap warga muslim di negara bagian Assam oleh kelompok penduduk asli Bodo.

Perusahaan kereta api sampai menyiapkan kereta tambahan dari Bangalore dan kotakota lain untuk mengangkut warga. Laporan media setempat menyebutkan, per Jumat sudah 15 ribu warga dari kotakota di bagian selatan dan barat, termasuk Mumbai dan Pune, juga memilih pergi.

Sebanyak 6.000 tiket habis terjual sejak Rabu (15/8) petang. Perdana Menteri (PM) India Manmohan Singh memberikan jaminan bahwa kaum migrant di wilayah timur laut tetap aman. Negara bagian Assam terletak di wilayah ini.

“Persatuan negara ini menjadi taruhannya, begitu juga harmoni masyarakat. Saya menjamin kami akan berbuat segalanya untuk menjamin keselamatan sahabat, anak-anak, dan warga kita di wilayah timur laut dan di manapun mereka tinggal di negeri ini,” tutur Singh.

Baca selengkapnya di Investor Daily versi digital di http://www.investor.co.id/pages/investordailyku/paidsubscription.php




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close