ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 20 Juni 2013
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook

Minyak Melemah di Tengah Kekhawatiran Timur Tengah
Selasa, 21 Agustus 2012 | 7:12

NEW YORK-Harga minyak sedikit menurun dalam perdagangan hati-hati Senin (Selasa pagi WIB), karena investor terus menutup mata atas ketegangan di Timur Tengah dan ketidakpastian ekonomi zona euro.

Kontrak utama, New York, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September, ditutup pada 95,97 dolar AS per barel, merosot empat sen dari penutupan Jumat dan menghentikan kenaikan empat hari berturut-turut.

Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Oktober turun tipis satu sen menjadi menetap pada 113,70 dolar AS per barel di perdagangan London.

Sesi New York tidak memiliki arah dan volume perdagangan elatif tipis, kata Phil Flynn, seorang analis energi pada Price Futures Group.

Pedagang mengikuti perkembangan di zona euro, di mana Jerman dan Bank Sentral Eropa (ECB) membantah laporan Der Spiegel bahwa ECB berencana untuk membatasi biaya pinjaman negara-negara zona euro yang didera utang, kata Flynn.

Harga minyak New York, yang telah naik tajam sejak awal Mei, sekarang sepertinya sedikit terlalu tinggi, ujar Rich Ilczyszyn di iiTrader.com.

"Kami membutuhkan katalis untuk mendapatkan pasar bergerak lagi, sayangnya, seperti risiko geopolitik," tambahnya.

Analis di kelompok riset JBC Energy mengatakan "meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan petunjuk baru langkah-langkah stimulus ekonomi" mendukung harga.

Ancaman Israel tentang serangan unilateral yang segera sedang dipersiapkan oleh negara itu terhadap situs nuklir di produsen minyak utama Iran membuat pasar gelisah.

Israel, seperti sekutu dekatnya itu Amerika Serikat, menuduh Iran berusaha mengembangkan senjata atom.

Teheran menegaskan program nuklirnya adalah secara eksklusif untuk tujuan damai, sementara para pemimpin militer memperingatkan bahwa mereka akan menghancurkan Israel jika negara itu melakukan serangan.

Flynn juga mengatakan bahwa pedagang lebih memilih untuk berada di luar pasar menjelang peluncuran risalah panel pengaturan kebijakan Federal Reserve AS terakhir, yang akan diteliti untuk tanda-tanda stimulus ekonomi baru.

Risalah dari Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) 31 Juli-1 Agustus dijadwalkan akan dirilis pada Rabu. (ant/hrb)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close