ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL WAWANCARA COSMOPOLITAN
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 18 Mei 2012
Pencarian Arsip

Mazda Himpun US$2,9 Miliar untuk Negara Berkembang
Rabu, 22 Februari 2012 | 23:11

TOKYO- Mazda Motor Jepang, Rabu mengatakan, berencana menghimpun US$2,9 miliar untuk meningkatkan kehadirannya di negara berkembang karena pihaknya mendapat pukulan ganda dari penguatan yen dan penurunan permintaan di pasar utama negara maju.

Pengumuman itu datang berminggu-minggu setelah perusahaan, produsen mobil kelima terbesar di Jepang, mengatakan, pihaknya memperkirakan akan kehilangan 100 miliar yen (US$1,25 miliar) pada tahun hingga Maret, kerugian tahunan keempat berturut-turut.

Produsen mobil Jepang itu berada di bawah tekanan dari penguatan yen, yang tahun lalu mencapai rekor tertinggi terhadap dolar, membuat ekspor relatif lebih mahal di luar negeri dan memotong nilai pendapatan ketika dipulangkan (repatriasi).

Mazda mengatakan akan menghimpun dana hingga 162,8 miliar yen dengan menerbitkan saham baru, sementara juga mengambil pinjaman subordinasi 70 miliar yen dari berbagai bank.

Pinjaman memiliki tingkat bunga yang lebih tinggi tetapi hanya dapat dibayar setelah memenuhi utang lainnya.

Perusahaan itu mengatakan, akan menggunakan uang tunai baru untuk membangun pabrik di Meksiko, Rusia dan di Asia Tenggara.

Pihaknya juga akan memperkuat teknologi keamanan dan lingkungan, sambil memperbaiki struktur perusahaan. "Perusahaan berusaha memperkuat posisi keuangannya untuk memastikan dana untuk pertumbuhan," demikian pernyataan perusahaan.

Perusahaan akan "mendorong melalui reformasi struktural mendasar sehingga perusahaan dapat mewujudkan pertumbuhan dan profitabilitas yang stabil di masa mendatang bahkan di lingkungan dengan yen yang kuat".

Awal bulan ini, Mazda melaporkan kerugian kuartal ketiga 72,97 miliar yen dan mengatakan pihaknya di jalur untuk kerugian tahunan 100 miliar yen karena mata uang yen naik dan permintaan rendah di Eropa yang dilanda krisis utang.

Perusahaan juga dirugikan oleh pabrik-pabrik yang ditutup di dalam negeri setelah gempa dan tsunami 11 Maret, sementara banjir di Thailand memukul produksinya. (ant/gor)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Close