ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL WAWANCARA COSMOPOLITAN
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 18 Mei 2012
Pencarian Arsip

Irak Pertimbangkan Pilihan Jika Hormuz Ditutup
Kamis, 23 Februari 2012 | 9:46

Irak Pertimbangkan Pilihan Jika Hormuz DitutupFoto: AFP PHOTO/JAMEJAMONLINE/EBRAHIM NOROOZI Irak Pertimbangkan Pilihan Jika Hormuz DitutupFoto: AFP PHOTO/JAMEJAMONLINE/EBRAHIM NOROOZI

BAGHDAD- Irak sedang mempertimbangkan pilihan untuk meningkatkan ekspor minyak melalui Turki atau membuka kembali saluran pipa bekas, jika Iran menutup Selat Hormuz yang strategis sebagai ancaman, kata menteri perencanaan, Rabu (22/2).

Iran telah mengancam pembalasan atas sanksi-sanksi barat Barat atas program nuklirnya, termasuk kemungkinan terganggunya pengiriman melalui Selat Hormuz, sebuah jalur penting untuk pengiriman minyak global.

"Komite pemerintah telah dibentuk di Irak dan telah membahas pilihan jika Selat Hormuz ditutup," Menteri Perencanaan Ali Yusuf Al-Shukri mengatakan pada konferensi pers di Baghdad.

Sebagian besar minyak Irak diekspor dari terminal di utara Teluk dan melewati Selat itu.

Salah satu pilihan adalah meningkatkan ekspor melalui pipa yang berjalan ke Turki satu juta barel per hari (bph), dari angka saat ini 400 sampai 450.000 bph, katanya.

"Kami juga membahas dengan pihak Lebanon dan Suriah untuk mengaktifkan saluran pipa Baniyas-Tripoli, yang telah ditutup sejak tahun 1990," katanya.

Dia mengatakan, proposal lain yang diajukan ke kabinet Irak adalah membuka kembali saluran pipa bekas ke Arab Saudi, meskipun ide ini belum pernah disinggung dengan Riyadh.

Juru bicara pemerintah Irak Ali al-Dabbagh mengatakan kepada AFP dalam sebuah wawancara awal bulan ini, negaranya khawatir dengan ketegangan AS-Iran dan akan menjadi salah satu berdampak terburuk jika Selat Hormuz ditutup untuk pengiriman minyak mentah.

"Sayangnya, Irak sampai sekarang tidak membangun infrastruktur yang bisa mendiversifikasi ekspor minyak. Sampai saat ini saluran pipa dengan Suriah tidak beroperasi, saluran pipa dengan Turki masih dalam kapasitas rendah," katanya.

"Jelas, kami mendesak Iran dan Amerika Serikat untuk memecahkan ... masalah dengan cara yang baik," kata Dabbagh.(ant/hrb)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Close