ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 24 Mei 2013
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook

India Yakin Penuhi Target Privatisasi US$5,4 Miliar
Kamis, 9 Agustus 2012 | 7:21

NEW DELHI-Pemerintah India yang kekurangan dana, Rabu (8/8) mengatakan, pihaknya yakin akan memenuhi target privatisasi US$5,4 miliar untuk menutup kesenjangan anggaran yang menganga.

"Pemenuhan target divestasi tidak akan menjadi sebuah masalah karena kita memiliki cukup (perusahaan) dalam proses," Sekretaris Departemen Disinvestasi Mohammad Halim Khan mengatakan kepada wartawan di New Delhi.

Pemerintah yang dipimpin Partai Kongres telah mengajukan penghimpunan dana 300 miliar rupee (5,4 miliar dolar AS) dari penjualan saham di perusahaan BUMN dalam tahun fiskal berjalan sampai Maret 2013.

Namun, belum melakukan penawaran umum dalam empat bulan pertama tahun anggaran ini.

Tahun lalu, pemerintah telah menunda banyak penjualan saham karena kondisi pasar yang lemah, hanya menghimpun dana 140 miliar rupee dibandingkan dengan target 400 miliar rupee.

Pemerintah telah mempertimbangkan penjualan saham selama tahun fiskal saat ini di sebanyak 15 BUMN, termasuk saham unggulan (blue-chip) seperti produsen baja SAIL dan pembangkit listrik terbesar India, NTPC.

Pernyataan resmi muncul setelah menteri keuangan baru pro-pasar, P. Chidambaram, Senin mengatakan, pemerintah berencana untuk "segera memperkenalkan jalur konsolidasi fiskal" dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang melambat tajam.

Media India melaporkan bahwa Chidamabaram antusias menghidupkan kembali penjualan saham di unit sektor publik untuk mengirimkan sinyal kuat kepada investor guna meningkatkan keuangan pemerintah dan meningkatkan sentimen investor.

Pemerintah telah mendapat tekanan yang meningkat untuk mengendalikan sebuah defisit fiskal yang menganga.

Sensex, indeks saham acuan India, telah menjadi indeks berkinerja terbaik ketiga di antara negara besar Asia tahun ini, menghasilkan pengembalian sekitar 14 persen sejak 1 Januari 2012, tetapi pasar telah berfluktuasi secara luas karena faktor global.(ant/hrb)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close