Harga Minyak Mentah Naik karena Stok AS Jatuh
Kamis, 16 Agustus 2012 | 8:36
Minyak Naik. Ilustrasi. NEW YORK-Harga minyak global "rebound" (berbalik naik) pada Rabu (Kamis pagi WIB 16/8), menyusul penurunan mengejutkan dalam stok minyak mentah AS yang menunjukkan permintaan kuat di konsumen terbesar di dunia.
Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September, bertambah 90 sen menjadi 94,33 dolar AS per barel.
Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman September naik 2,16 dolar AS menjadi 116,25 dolar AS.
Badan Informasi Energi AS (EIA), Rabu, mengumumkan bahwa persediaan minyak mentah AS merosot 3,7 juta barel dalam pekan hingga 10 Agustus.
Angka itu jauh lebih berat daripada ekspektasi pasar turun 1,9 juta barel, dan memberi tanda penguatan permintaan di AS.
Harga minyak "mendapatkan dukungan dari laporan persediaan terbaru dari Badan Informasi Energi AS", catat analis GFT Markets David Morrison.
"Ini menunjukkan bahwa stok minyak mentah turun lebih tajam dari yang diperkirakan untuk ketiga minggu berturut-turut." "Untuk beberapa hal, laporan melawan harapan permintaan moderat karena pertumbuhan global terus melambat. Namun persediaan minyak mentah AS masih di atas batas atas dari kisaran rata-rata untuk sepanjang tahun." EIA menambahkan bahwa persediaan bensin turun sebesar 2,4 juta barel. Para analis telah memperkirakan penurunan sebesar 1,7 juta.
Namun, distilat - yang termasuk bahan bakar diesel dan pemanas - naik 700.000 barel. Itu mengalahkan perkiraan untuk penurunan 500.000 barel.
Pasar telah meningkat pada Selasa, dibantu oleh data AS yang menunjukkan lonjakan pada belanja konsumen pada Juli dan data pertumbuhan zona euro yang datang sesuai dengan harapan, kata para pedagang.
Kekhawatiran tentang kekurangan pasokan yang timbul dari pemeliharaan mendatang di Laut Utara juga memberikan dukungan, begitu pula kekhawatiran bahwa kekerasan di Suriah bisa berdampak pada kawasan penghasil minyak Timur Tengah.
Dalam beberapa hari terakhir, minyak telah menguat didukung meningkatnya harapan tindakan stimulus baru dari Bank Sentral Eropa, Federal Reserve AS dan Beijing, karena ekonomi global tertatih-tatih.
"Minyak mentah juga menemukan dukungan dari harapan stimulus bank sentral lebih lanjut," tambah analis Morrison.
"Kekhawatiran sedang meningkat atas kemampuan Yunani untuk memenuhi target yang diperlukan guna memenuhi syarat untuk dana talangan tahap berikutnya dari troika Uni Eropa/IMF/ECB." "Sementara itu, masalah di Spanyol tampak sulit dipecahkan seperti sebelumnya. Ini meningkatkan prospek bahwa ECB akan meluncurkan langkah-langkah tambahan likuiditas berikutnya." (ant/hrb)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Emas Naik karena Dolar Melemah dan Pasar Saham Jatuh
Pesawat Jet Honda Sukses Mengudara
Kerusuhan di Stockholm Swedia Belum Bisa Diatasi
Yen Menguat Setelah Saham Jepang Dilanda Aksi Jual
Presiden Sampaikan Belasungkawa Pembunuhan Prajurit Inggris
Ekonomi Libya Melonjak Setelah Revolusi