ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL WAWANCARA COSMOPOLITAN
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 18 Mei 2012
Pencarian Arsip

AU Rusia Akan Dapat 130 Jet Tempur Baru Hingga 2015
Senin, 3 Januari 2011 | 13:13

Sejauh ini, enam unit jet tempur-pembom Su-34 Fullback telah diterima pihak militer dan kedepannya 25 jet lainnya akan segera dipasok. Foto (ist) Sejauh ini, enam unit jet tempur-pembom Su-34 Fullback telah diterima pihak militer dan kedepannya 25 jet lainnya akan segera dipasok. Foto (ist)

MOSKOW - Dalam kurun waktu lima tahun ke depan, Angkatan Udara Rusia akan mendapat sekitar 130 jet tempur baru untuk memperkuat kemampuan militernya, kata seorang juru bicara Angkatan Udara Rusia pada Minggu.

Vladimir Drik mengatakan kepada wartawan bahwa berdasarkan tiga kontrak negara dengan biro perancang Sukhoi untuk pasokan pesawat tempur, sejumlah 70 jet tempur, termasuk 50 pesawat jenis Su-35 Flanker-E yang serba bisa, dan lebih dari sepuluh Su-27SM Flanker dan lima Su-30M2 Flanker-C, akan diberikan kepada angkatan udara.

"Sejauh ini, enam unit jet tempur-pembom Su-34 Fullback telah diterima pihak militer dan kedepannya 25 jet lainnya akan segera dipasok," kata Drik.

"Angkatan Udara Rusia juga berencana untuk membeli beberapa jet serang Su-25UBM berkursi ganda," kata juru bicara itu.

Berbagai jenis jet tempur telah dibeli oleh Angkatan Udara Rusia dalam beberapa tahun terakhir, sebuah rangkaian pembelian yang diikuti dengan tes terbang.

Satu pesawat jet militer Rusia pada akhir Desember lalu sempat jatuh di wilayah Tula selatan Moskow, menewaskan 11 orang yang berada di dalamnya, menurut laporan kantor berita Interfax.

Namun pesawat tersebut merupakan pesawat angkut tipe Antonov An-22.

Menurut berbagai sumber, terdapat sampai 300 pesawat angkut dalam melaksanakan pelayanan pada Angkatan Udara Rusia, termasuk pesawat An-12 Cub, An-72 Coaler, An-22 Cock, An-124 Condor dan Il-76 Candid.

Sebagian besar pesawat itu mulai beroperasi pada tahun 1960-an dan 1970-an dan dianggap ketinggalan zaman oleh standar keselamatan modern dan polusi kebisingan. (ant/hrb)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Close