ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 19 Mei 2013
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook

KAPASITAS KOJA DAN TANJUNG PERAK NAIK

Proyek Perluasan Tanjung Priok Tidak akan Molor
Oleh Inneke Lady dan Imam Gozali | Senin, 23 Juli 2012 | 10:59

Aktivitas di Terminal Peti Kemas (TPK) Koja di Jakarta, baru-baru ini. Kinerja TPK Koja terus membaik. Hingga semester I-2012, TPK Koja mampu meningkatkan produktivitas dan sekarang menangani lebih dari 1.400 kontainer per hari. Saat ini, Terminal Koja juga mampu melayani tiga kapal secara bersamaan menggunakan enam quay crane (QC). Foto: Investor Daily/Antara Aktivitas di Terminal Peti Kemas (TPK) Koja di Jakarta, baru-baru ini. Kinerja TPK Koja terus membaik. Hingga semester I-2012, TPK Koja mampu meningkatkan produktivitas dan sekarang menangani lebih dari 1.400 kontainer per hari. Saat ini, Terminal Koja juga mampu melayani tiga kapal secara bersamaan menggunakan enam quay crane (QC). Foto: Investor Daily/Antara

JAKARTA – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II memastikan pemancangan tiang (groundbreaking) proyek New Priok Port (Terminal Kalibaru) tetap dilakukan sesuai jadwal, yakni Agustus mendatang.

Hal itu diungkapkan Direktur Utama Pelindo II RJ Lino menanggapi berita yang menyebutkan proyek perluasan Pelabuhan Tanjung Priok tersebut terganjal masalah pembebasan lahan.

“Untuk pembebasan lahan, saya kira telah terjadi kesalahpahaman, lahan yang akan kami bebaskan bukan untuk areal proyek Terminal Kalibaru. Sebaliknya, lahan hanya untuk mendukung aktivitas terminal supaya saat dioperasikan murni sebagai pelabuhan, tidak ada permukiman penduduk di sekitarnya seperti saat ini,” kata Lino kepada Investor Daily di Jakarta, Minggu (22/7).

Lino menjelaskan, lahan di wilayah Kalibaru yang bakal dibebaskan merupakan kawasan permukiman penduduk yang direncanakan untuk mendukung aktivitas pelabuhan, atau dikenal sebagai wilayah efektif pelabuhan. Dia pun mengakui, proses pembebasan lahan di kawasan tersebut agak alot.

“Tapi, saya pastikan lahan untuk proyek pelabuhan sama sekali tidak ada masalah, mengingat proyek bakal dibangun di atas lahan Pelabuhan Kalibaru yang lama,” ujar dia.

Baca selengkapnya di Investor Daily versi cetak di http://www.investor.co.id/pages/investordailyku/paidsubscription.php 




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close