ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 23 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

CALO MASIH BERKELIARAN,

Petugas PTKA Sita 400 Tiket dari Calo
Jumat, 1 Juni 2012 | 15:16

Seorang petugas melayani calon pembeli tiket melalui pelayanan tiket online kereta api ekonomi untuk pertama kalinya di stasiun Kereta Api Kertapati Palembang, Rabu (18/4). PT Kereta Api (KAI) Divre III menyiapkan 100 seat dari 400-500 seat kereta ekonomi untuk pemesanan melalui online dengan memperlihatkan identitas KTP dan tiket dapat dibeli pada H-7 keberangkatan. Foto: Investor Daily/ANTARA/ Feny Selly/ss/ama/12 Seorang petugas melayani calon pembeli tiket melalui pelayanan tiket online kereta api ekonomi untuk pertama kalinya di stasiun Kereta Api Kertapati Palembang, Rabu (18/4). PT Kereta Api (KAI) Divre III menyiapkan 100 seat dari 400-500 seat kereta ekonomi untuk pemesanan melalui online dengan memperlihatkan identitas KTP dan tiket dapat dibeli pada H-7 keberangkatan. Foto: Investor Daily/ANTARA/ Feny Selly/ss/ama/12

JAKARTA - Petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI) dalam dua bulan terakhir menyita 400 tiket jurusan Jakarta ke berbagai daerah di Jawa dari tangan calo. H al ini menunjukkan masih banyak calo yang berkeliaran di stasiun.

"Untuk memberantas calo tiket kereta di stasiun, kita akan menerapkan Sistem Boarding di Stasiun. Terhitung 1 September 2012 akan dilaksanakan," kata Akhmad Manager Security PT KAI Akhmad Sujadi, di Jakarta, Jumat.

Pembelian tiket hingga sistem pemberangkatan penumpang kereta api akan menyerupai sistem yang biasa diberlakukan bagi penumpang pesawat terbang. Hal ini diterapkan guna mengurai antrean calon penumpang serta memberantas calo tiket kereta di stasiun.

Menurut Akhmad Sujadi, kebanyakan calo membeli tiket di sejumlah minimarket untuk selanjutnya dijual pintu masuk stasiun. Para calo nekad menjajakan tiket karena tergiur untung yang cukup besar. "Jadi untung calo itu cukup besar. Satu tiket perjalanan mereka bisa untung minimal Rp100 ribu," kata Sujadi.

Untuk memberantas calo tersebut, PT KAI akan meningkatkan pengamanan di sejumlah stasiun yang terindikasi sebagai tempat berkeliaran para calo. Sejauh ini stasiun yang rawan calo adalah Stasiun Kota, Tanah Abang dan Stasiun Senen.

Dugaan PT KAI bahwa stasiun tersebut ada calo terbukti setelah beberapa di antaranya ditangkap.

Pada 29 Mei lalu, petugas menangkap Nur Arif. Lelaki asal Tanjung Priok Jakarta Utara ini tertangkap tangan menjual tiket kereta perjalanan Jakarta-Surabaya.

Beberapa hari sebelumnya Heri Agung yang beralamat di Kepanjen Malang juga ditangkap karena kasus yang sama.

"Setelah kami tangkap, tiket kami sita untuk kemudian dihanguskan. Jadi tiket itu tidak berlaku lagi," ujar Akhmad. (ant/gor)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!