Pelabunan Tanjungwangi Beroperasi 24 Jam
Jumat, 22 Juni 2012 | 8:03
Pelabuan. Foto: Investor Daily/ ANTARA/Seno S./ss/pd/12 BANYUWANGI-Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan meminta kepada pihak Pelindo III agar Pelabuhan Tanjungwangi di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, bisa beroperasi selama 24 jam.
"Saya minta Pelindo III bisa merealisasikan agar pelabuhan bisa beroperasi selama 24 jam, namun perlu penataan bongkar muat barang agar tidak terjadi penumpukan antrean kapal," kata Dahlan di sela-sela kunjungannya ke Kabupaten Banyuwangi, Kamis (21/6).
Menteri BUMN tersebut menyetir sendiri mobil dinas Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang berpelat P-1- VP untuk berkeliling di Pelabuhan Tanjungwangi dan Bupati Banyuwangi duduk di sebelahnya, sedangkan di kursi belakang, duduk dua pejabat Kementerian BUMN.
Menurut Dahlan, penumpukan antrean kapal disebabkan gudang Bulog yang hanya beroperasi hingga pukul 20.00 WIB, sehingga menyebabkan kapal muatan beras Bulog bersandar lebih lama karena tidak bisa langsung membongkar barang.
"Kondisi itu mempengaruhi lamanya antrean kapal lain yang akan sandar. Kalo antreannya lama, kapal-kapal lain malas bersandar di sini," ucap mantan CEO Jawa Pos itu.
Untuk itu, lanjut dia, gudang Bulog juga harus buka 24 jam agar bisa memperpendek waktu antrean di Pelabuhan Tanjungwangi Banyuwangi.
Setelah berkeliling di seluruh areal Pelabuhan Tanjungwangi, menteri yang sering menjadi "news maker" itu turun menuju dermaga sambil berdiskusi dengan Bupati Banyuwangi dan beberapa pejabat BUMN.
Menteri BUMN bersama rombongan kemudian melanjutkan perjalanannya ke lahan PT Perkebunan Nusantara Afdeling Kampe yang ditanami anggur. Dahlan juga menyapa para pekerja yang sedang memilah anggur dan menyempatkan mencicipi buah anggur hitam tanpa biji dan rasanya sangat manis.
Kemudian kunjungan kerja dilanjutkan ke pabrik pengepakan PT Pupuk Sriwijaya dan di pabrik yang berada di pinggir pantai itu, Dahlan Iskan meninjau proses pengepakan pupuk dan menyempatkan diri mengepak pupuk dari mesin ke dalam karung.
Kunjungan terakhir dilakukan di PT ASDP Pelabuhan Ketapang untuk meninjau rencana Pemkab Banyuwangi membangun terminal terpadu yang menghubungkan stasiun kereta api Banyuwangi Baru, Terminal Bus Sri Tanjung dan Pelabuhan Ketapang.
Menanggapi rencana itu, Dahlan menyatakan kesanggupannya untuk menyiapkan lahan milik PT Kereta Api Indonesia terkait dengan pembebasan lahan, apabila hal itu dibutuhkan Pemkab Banyuwangi. (ant/hrb)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!