ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL WAWANCARA COSMOPOLITAN
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 18 Mei 2012
Pencarian Arsip

Laba Bersih AirAsia Turun Hampir Setengahnya
Rabu, 22 Februari 2012 | 23:40

KUALA LUMPUR- Maskapai penerbangan berbiaya murah (low cost carrier/LCC) terbesar di Asia Tenggara, AirAsia, pada Rabu melaporkan penurunan laba bersih 2011 hampir setengahnya karena kesulitan dengan harga bahan bakar minyak (BBM) yang tinggi, tetapi membukukan rekor pendapatan.

Perusahaan penerbangan asal Malaysia itu membukukan pendapatan sebesar 4,47 miliar ringgit (US$1,48 miliar) untuk 2011, naik 13% dari 2010.

Dalam laporannya ke bursa Malaysia, dikatakan laba bersih untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember adalah 564,1 juta ringgit, dibandingkan 1,06 miliar ringgit pada 2010.

Kepala Eksekutif AirAsia, Tony Fernandes mengatakan, hasil positif diberikan lingkungan global yang menantang. Dia mengatakan, hilangnya laba bersih ini terutama disebabkan belum direalisasikannya rugi kurs valuta asing dan pajak ditangguhkan.

"Hasil setahun penuh kami menunjukkan bahwa kami berada di jalan yang benar - yaitu, kami berhasil mengelola hal-hal yang berada dalam kendali kami," katanya.

"Ini luar biasa dalam lingkungan di mana faktor-faktor ekonomi makro seperti harga BBM telah mempengaruhi kami dan setiap maskapai lainnya," tambahnya.

Dia mencatat rata-rata harga BBM meningkat 36% sepanjang tahun lalu, mencatat setengah dari total biaya perusahaan penerbangan itu.

Laba bersih untuk kuartal keempat merosot 56,4% menjadi 135,7 juta ringgit tahun ke tahun.

Namun Fernandes mengatakan, prospek maskapai penerbangan berusia 10 tahun itu positif karena perusahaan melihat ke depan untuk pencatat AirAsia Thailand dan AirAsia Indonesia tahun ini.

Maskapai ini juga memperkirakan dapat mengambil pengiriman 20 pesawat baru A320 Classics pada 2012. (ant/gor)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Data tidak tersedia.
Close