ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL WAWANCARA COSMOPOLITAN
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 18 Mei 2012
Pencarian Arsip

MINIMALISIR KECELAKAAN

Kemenhub akan Audit Perusahaan Otobus
Selasa, 21 Februari 2012 | 13:15

Petugas berjaga di dekat bus Doa Ibu yang mengalami kecelakaan di Jalan Raya Puncak, Cisarua, Bogor, Jabar, Jumat (10/2). Sebanyak 15 orang tewas dan 40 orang luka dalam kecelakaan bus yang melibatkan dua bus tujuh mobil dan lima motor serta menabrak pejalan kaki di sekitarnya. Foto: Investor Daily/ ANTARA/Jafkhairi/12 Petugas berjaga di dekat bus Doa Ibu yang mengalami kecelakaan di Jalan Raya Puncak, Cisarua, Bogor, Jabar, Jumat (10/2). Sebanyak 15 orang tewas dan 40 orang luka dalam kecelakaan bus yang melibatkan dua bus tujuh mobil dan lima motor serta menabrak pejalan kaki di sekitarnya. Foto: Investor Daily/ ANTARA/Jafkhairi/12

JAKARTA - Kementerian Perhubungan akan melakukan audit keselamatan terhadap beberapa perusahaan otobus untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas bus antarkota akhir-akhir ini.

"Intinya akan ada audit keselamatan pada beberapa perusahaan otobus, khususnya untuk angkutan antar kota antar provinsi (AKAP), terutama di beberapa provinsi yang tingkat kecelakaannya tinggi," kata Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono di Jakarta, Selasa.

Menurut Bambang, arahan untuk melakukan audit tersebut diberikan langsung oleh Menteri Perhubungan dan akan dilakukan di provinsi yang mengalami kecelakaan lalu lintas terbanyak seperti Jawa Timur. "Yang jelas Jawa Timur karena Jawa Timur yang kecelakaannya di atas rata-rata," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan Kemenhub untuk melakukan evaluasi internal secara menyeluruh, terkait kecelakaan lalu lintas yang makin marak.

Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha di Kantor Kepresidenan mengatakan evaluasi internal itu diharapkan Kepala Negara dilakukan secara menyeluruh di Kemenhub.

Berdasarkan data Polri, sejak Januari hingga pertengahan Februari 2012 setiap hari rata-rata 35 orang tewas dalam kecelakaan lalu lintas.

Jumlah kecelakaan lalu lintas periode tersebut tercatat 9.884 kasus yang menyebabkan 1.547 orang tewas, 2.562 orang luka berat, dan 7.564 orang luka ringan.

Jenis kendaraan yang paling banyak mengalami kecelakaan adalah sepeda motor 9.555 unit, mobil penumpang 1.357 unit, dan bus 207 unit.

Peristiwa terakhir terjadi pada Senin dini hari 13 Februari 2012 yang melibatkan sebuah bus jurusan Surabaya-Yogyakarta yang menewaskan empat orang dan melukai 28 lainnya di Desa Tempuran, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. (ant/gor)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Data tidak tersedia.
Close