Kemacetan Jalur Mudik Diperkirakan Semakin Parah
Kamis, 9 Agustus 2012 | 14:32
Ratusan kendaraan terjebak kemacetan total di ruas jalan tol Jagorawi menuju puncak di Gadog, Bogor, Jabar. Foto: Investor Daily/ ANTARA/Jafkhairi/Koz/Spt/12 JAKARTA-Anggota Komisi V DPR RI Yudi Widiana Adia memperkirakan kemacetan di jalur mudik tahun ini akan semakin parah menyusul adanya peningkatan jumlah pemudik yang mencapai 15,99 juta orang atau naik 5,96% dari tahun 2011.
"pemudik bertambah, tapi infrastruktur tidak banyak berkembang sehingga jalan macet karena kapasitas tidak mampu menampung dan hal itu tidak mungkin terhindarkan," ujarnya di Jakarta Kamis (9/8).
Ia menilai pembangunan sejumlah jalur alternatif baru maupun berbagai upaya perbaikan infratruktur yang dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi permasalahan jalur mudik yang klasik selalu terjadi, tidak menjamin kemacetan di jalur tersebut dapat terhindarkan tahun ini.
Salah satu jalur mudik yang menjadi sorotan Yudi adalah jalur Ciawi-Sukabumi yang tahun lalu sempat membuat kemacetan lebih dari 12 jam sehingga akibat kemacetan tersebut, ada seorang pemudik terpaksa melahirkan di jalan.
Seperti diketahui, jumlah penumpang dari semua jenis moda transportasi diperkirakan naik 5,96 persen menjadi 15,99 juta dari realisasi Lebaran tahun lalu yang masih 15,09 juta orang.
Jumlah mobil pribadi naik 5,6 persen sebesar 1.605.299 kendaraan, meningkat dari jumlah mobil pribadi yang mudik tahun 2011 sebesar 1.520.150 kendaraan.
Sedangkan jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor diperkirakan naik 16,6 persen atau sejumlah 2.514.634 kendaraan, meningkat dari jumlah tahun 2011 sebanyak 2.368.720 kendaraan.
Peningkatan jumlah pemudik dengan kendaraan pribadi khususnya sepeda motor ini, menurut Yudi, dipastikan akan menambah kepadatan di ruas-ruas jalan yang menjadi jalur utama mudik.
Selain itu, peningkatan pemudik dengan sepeda motor juga dikhawatirkan akan meningkatkan angka kecelakaan lalu lintas selama penyelenggaraan mudik.
Peningkatan jumlah pemudik sepeda motor ini tak hanya akan menambah kepadatan di jalur-jalur mudik, juga resiko dan bahayanya tinggi.
"Berkaca pada tahun lalu, jumlah kecelakaan sepeda motor masa puasa dan lebaran 2011 mencapai 4.482 peristiwa atau meningkat hingga 71,36 persen dari tahun sebelumnya. Sedangkan, kecelakaan dengan mobil pribadi sebanyak 855 peristiwa atau meningkat 13,7 persen," ujarnya.
Sebagai alternatif, Yudi menyarankan masyarakat hendaknya mengikuti tawaran dari Kementerian Perhubungan dan Jasa Raharja yang meminjam kapal laut TNI AL untuk sarana angkutan mudik. Kapal itu disediakan untuk mengangkut pemudik yang hendak pulang kampung membawa kendaraan, khususnya sepeda motor.
"Bisa juga dengan kereta api, karena Kemenhub akan menambah gerbong untuk motor," katanya.
Untuk mengurangi kepadatan di jalur mudik, Yudi juga menyarankan penambahan jalur-jalur alternatif yang tidak hanya berguna saat mudik lebaran tapi juga dapat menjadi jalur strategis nasional. Selain itu, dia juga meminta penyediaan aparat yang memadai untuk kelancaran penyelenggaran mudik.
"Jika jumlah pemudiknya bertambah, seharusnya jumlah aparat yang akan membantu kelancaraan mudik lebaran juga bertambah," katanya. (ant/hrb)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!